Manchester United "hanya" menempati peringkat 6 pada klasemen akhir Liga Primer Inggris musim 2018-2019 dan membuatnya bermain di "Liga Malam Jumat" alias UEFA Europa League.Â
Prestasi ini membuat seolah-olah nama besar setan merah sepeti kehilangan harga diri mereka yang selama ini dikenal sebagai langganan lolos Liga Champions. Perjalanan united di musim 2018-2019 memang tidak bejalan mulus, performa mereka naik turun bak rollercoaster dan ada pemain yang terlibat konflik dengan manajer Jose Mourinho membuat setan merah dalam kondisi kritis.Â
Selain itu, permainan MU yang dipandang terlalu membosankan memantik kemarahan fans agar segera memecat Jose Mourinho. Akhirnya, setelah kalah melawan Liverpool 3-1 pada pertengahan Desember 2018, manajemen MU kehilangan kesabaran dan memecat "The Special One" sebagai manajer serta menunjuk legenda mereka Ole Gunnar Solskjaer sebagai caretaker.
Pada awal penunjukannya, The Baby Face, julukan ole sempat membuat MU meraih 12 kemenangan dalam 17 laga awal. Bahkan, pada laga debutnya ia berhasil menang telak 5-1 atas Cardiff City yang menjadi catatan pertama kali United sanggup mencetak 5 gol dalam satu laga liga inggris sejak pertandingan terakhir Sir Alex pada 2013.Â
Selain itu, Solskjaer juga berhasil mengangkat performan permainan MU menjadi lebih kreatif dan menyerang serta mampu mengembalikan magis Marcus Rashford, Paul Pogba, dan Romelu Lukaku yang pada masa kepemimpinan Mourinho seperti kehilangan gariah sepakbola.Â
Dengan berbekal rekor bagus dalam 17 laga dan berhasil mendepak PSG dari ajang Liga Champions dengan comeback dramatis, membuat manajemen united tak ragu menyodorkan kontrak permanen selama 3 musim pada Solskjaer.Â
Namun, setelah laga melawan PSG di babak 16 besar liga champions, performa united kembali jeblok, mereka hanya menang 2 kali hingga akhir musim yang membuat Solskjaer dalam tekanan. Namun, manajemen MU masih percaya pada ole dan memberinya waktu untuk membangun tim yang kompetitif.
Dalam bursa transfer musim panas ini, fans menaruh harapan besar pada Solskjaer dan Chief Executive, Ed Woodward agar mendatangkan pemain berkelas guna membawa kembali kejayaan Manchester United.Â
Apalagi, Solskjaer memberi tenggat waktu pada manajemen agar seluruh pemain incarannya sukses dibeli sebelum agenda pramusim pada awal Juli. Sejauh ini, united baru mendatangkan satu pemain baru, yakni Daniel James, winger asal Wales ini ditebus dari Swansea City dengan mahar 15 juta.Â
Selain itu, united juga telah resmi menuntaskan transfer kedua mereka. Ia adalah Aaron Wan-Bissaka, bek sayap muda timnas inggris yang dibanderol 50 juta oleh klub lamanya, Crystal Palace.Â
Pemain lainnya yang diisukan bergabung adalah Bruno Fernandes, gelandang milik Sporting Lisbon ini dirumorkan akan segera menuntaskan transfernya ke setan merah sambil menunggu kejelasan mengenai masa depan Paul Pogba yang diisukan ingin hengkang kembali ke Juventus.
Selain Paul Pogba yang terancam hengkang, united juga terancam kehilangan Romelu Lukaku yang kini menjadi incaran klub Serie A, Inter Milan. Inter dikabarkan telah melakukan negosiasi dengan kubu united guna menuntaskan transfer Lukaku yang oleh MU dibanderol 75-80 juta.Â
Sebenarnya, meskipun ditinggal pemain bintangnya macam Paul Pogba dan Romelu Lukaku, united tidak perlu khawatir dengan membeli pemain mahal. Solskjaer bisa mencoba pemain-pemain dari akademi yang musim lalu tampil moncer di tim junior macam Angel Gomer, James Garner, Tahith Cong, hingga striker muda Mason Greenwood dan tak lupa kipper timnas u-21 timnas inggris, Dean Henderson yang digadang-gadang menjadi pengganti David de Gea apabila hengkang dari Old Trafford.Â
Ole harus berani memberikan kesempatan bermain yang lebih banyak dari musim lalu pada pemain-pemain tersebut, hal ini karena agar dapat membangun tim yang kompetitif dalam jangka waktu yang panjang seperti yang dilakukan Sir Alex Ferguson.
Memang, banyak kendala dan pastinya membutuhkan waktu yang agak panjang agar tetbentuk tim yang solid dalam waktu yang lama. Hal lain yang perlu diperhatikan Solskjaer adalah melupakan bayang-bayang masa lalu pada masa dinasti Sir Alex Ferguson dan mulai membangun dinasti baru.Â
Masalah tersebut perlu diperhatikan agar para pemain united tidak terbebani dengan nama dan prestasi besar tim pada masa asuhan Opa Fergie. Banyak hal yang harus diubah Solskjaer agar masa kepemimpinannya bisa bertahan lama, mulai dari cara bermain, menurunkan ego pemainnya, hingga menjaga kondusifitas situasi ruang ganti agar para pemain dapat lebih respek pada klub dan pelatih.Â
Selain itu, perlu adanya dukungan terhadap rencana kerja ole dari berbagai pihak, mulai manajemen, sponsor, hingga para fans agar tim ini bisa kembali menemukan arah kejayaan yang baru.Â
Nah, patut menarik melihat bagaimana performa setan merah di musim 2019-2020 yang pramusimnya dimulai pada awal Juli nanti, apakah ole mampu membawa perubahan pada setan merah atau justru united akan semakin tenggelam. So...kita tunggu saja dalam beberapa waktu kedepan.
Blitar, 01 Juli 2019
Ilham Sinatrio Gumelar
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI