Mohon tunggu...
Ikrom Zain
Ikrom Zain Mohon Tunggu... Tutor - Content writer - Teacher

Hanya seorang pribadi yang suka menulis | Tulisan lain bisa dibaca di www.ikromzain.com

Selanjutnya

Tutup

Halo Lokal Pilihan

Review Jujur Gedung Malang Creative Center (MCC) 97 Milyar Rupiah: Akses Pengunjung Susah dan Duduk di Keranjang Buah, Kek Mana Coba?

26 September 2023   08:43 Diperbarui: 26 September 2023   08:51 1105
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ruang yang katanya untuk perpustakaan. Dokumen Pribadi

Masuk ke lantai 1, saya ingin mencari ruang informasi mengenai ruang pameran tempat teman saya berada. Namun, di bagian tengah lantai tersebut tak saya temukan apa yang saya butuhkan. Saya baru sadar jika ada pusat informasi di bagian kiri saat saya ingin ke toilet. Lah kok malah di sana, kek mana coba?

Pusat informasi di bagian samping. Dokumen Pribadi
Pusat informasi di bagian samping. Dokumen Pribadi

Seharusnya, ruang pusat informasi berada di bagian tengah lantai paling bawah gedung. Jika ada pengunjung yang membutuhkan, maka bisa dengan mudah mengaksesnya. Saya melihat hampir semua gedung melakukan penataan seperti itu. Pusat infromasi juga menjadi gerbang dari segala aktivitas di dalam gedung tersebut sehingga letaknya harus di bagian sentral.

Saat saya akan naik ke lantai 4 tempat ruang pameran, saya sebenarnya ingin naik lift. Namun, rupanya pengunjung yang datang saat itu sangat banyak sehingga bisa dipastikan selalu penuh. Jadi, dua kali saya mencoba naik lift dan akhirnya gagal.

Pengunjung yang antre naik lift. - Dokumen Pribadi
Pengunjung yang antre naik lift. - Dokumen Pribadi

Saya pun mencari tangga utama untuk menuju lantai 4. Namun, tangga tersebut tak kunjung saya dapatkan. Saya sampai berkeliling gedung dan hasilnya nihil. Hingga akhirnya, seorang satpam memberi tahu saya bahwa saya bisa naik lantai atas menggunakan tangga darurat.

Apa??? Tangga darurat?? Kek manaaa cobaaa?

Ya, tangga darurat dan satu-satunya yang berada di bagian kanan gedung. Tidak jauh dari lift pengunjung tetapi letaknya agak tersembunyi. Papan petunjuk yang mengarahkan pengunjung ke tangga darurat tersebut juga tidak terlalu jelas.

Penampakan tangga darurat, satu-satunya akses jika lift penuh. Dokumen Pribadi
Penampakan tangga darurat, satu-satunya akses jika lift penuh. Dokumen Pribadi

Saya jadi agak parno jika ada keadaan gawat darurat seperti kebakaran dan gempa bumi. Di waktu yang normal saja pengunjung kesusahan mencari tangga untuk naik dan turun, bagaimana jika dalam keadaan panik? Apalagi, tangga tersebut cukup sempit dan curam khas tangga darurat di gedung bertingkat. Hingga saya meninggalkan gedung itu, saya tak lagi menemukan akses untuk naik turun selain 2 lift pengunjung, 1 lift barang, dan tangga darurat tadi.

Ada beberapa info jika akan dibangun ekskalator di gedung tersebut. Namun, entah info ini benar atau tidak. Yang pasti, jika suatu gedung telah beroperasi, semestinya segala sarananya sudah siap termasuk akses naik dan turun. Dengan keterbatasan akses tersebut, agak ngeri juga melihat standar keselamatannya terlebih jika banyak pengunjung berada di lantai 8 atau lantai paling atas.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Halo Lokal Selengkapnya
Lihat Halo Lokal Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun