Ketika membaca surat kabar pada papan baca, orang akan fokus pada berita utama yang diwartakan. Setelah tahu berita apa yang hadir, baginya itu sudah cukup dan akan beralih ke berita lain lantaran harus bergantian dengan orang lain untuk berdiri di sisi surat kabar tersebut.Â
Tak hanya itu, beberapa surat kabar masih dianggap juga lebih kompeten dalam mewartakan berita tertentu. Terutama, ada sebuah surat kabar yang begitu lengkap mewartakan tim Arema Malang.Â
Walau memiliki laman di internet, dengan kecepatan yang cukup lamban membuat banyak warga Malang masih setia membacanya dalam versi cetak di papan baca.Â
Banyak warga Malang masih penasaran akan nasib Tim Arema saat kompetisi Liga-1 dihentikan. Papan baca ini yang menjawab rasa penasaran itu.
Akhirnya, kegiatan membaca ini pun menjadi buah simalakama. Menertibkan para pembaca itu juga bukan hal mudah. Tidak semua orang yang gemar membaca Koran mampu untuk membeli Koran. Padahal mereka juga memiliki keinginan untuk mengakses berita. Namun, jika dibiarkan, potensi penularan virus covid-19 juga menjadi tinggi.
Lantas, adakah solusi akan hal ini?
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H