Atur stamina dan manajemen diri
Marathon bukan lari sprint. Ia butuh pengaturan diri agar tak semua energi habis sebelum garis finish usai. Ada waktunya saat untuk menghemat tenaga, ada waktunya saat mempercepat langkah untuk mengejar waktu. Spirit inilah yang juga menjadi spirit dari peradaban Mataram Kuno yang tergambar jelas di sekitar lokasi lomba.
Sebuah peradaban yang dengan uniknya bisa melakukan manajemen untuk mundur sejenak dari tempatnya berkembang. Beralih menuju tempat baru yang dirasa aman dan nyaman. Kehidupan yang memiliki fase naik turun menjadi spirit dari perlombaan marathon ini.
Persiapan sebelum menghadapi tantangan
Tak mudah untuk menaklukkan rute Mandiri Jogja Marathon. Terlebih, jika tantangan itu cukup berat semisal mengambil nomor lomba 25K. Namun, tak mudah bukan berarti tak mungkin untuk bisa menaklukkannya. Spirit itu pula yang dicoba untuk diketengahkan dalam gelaran ini. Mengambil spirit masyarakat Mataram Kuno dalam mempersiapkan adanya bencana dan berbagai tantangan kehidupan.
Sebuah literatur menyatakan, sebuah peripih ditemukan pada proses ekskavasi Candi Kedulan. Candi yang berada tak jauh dari rute para pelari Mandiri Jogja Marathon ini. Peripih berfungsi sebagai "jiwa" dari bangunan suci, termasuk pula candi. Sebelum membangun candi, masyarakat Mataram Kuno akan menanamkan peripih ini di dalam lokasi candi yang akan dibangun. Artinya, persiapan untuk membangun sebuah tempat suci benar-benar dilaksanakan dengan baik. Agar bangunan tersebut memberikan dampak positif terhadap lingkungan di sekitarnya.
Membandingkan spirit tersebut, jauh-jauh hari, panitia sudah memilih lokasi yang tepat agar event ini berlangsung dengan baik. Simpul-simpul ekonomi masyarakat pun terbuka lebar. Aneka perusahaan, baik lokal maupun nasional juga ikut andil. Geliat ekonomi warga, yang memang sudah semarak menjadi lebih semarak lagi. Dan pada akhirnya, tantangan ekonomi yang semakin sulit di era globalisasi ini bisa dihadapi bersama dengan sinergi yang baik.
Bagi para pelari, jiwa sportif, pantang menyerah, dan selalu semangat juga akan ikut terpatri. Ia akan mempersiapkan kondisi fisik dan mental jauh-jauh hari. Aneka peralatan tempur pun juga tak kalah penting untuk mereka persiapkan.
Sejenak menikmati bentang alam dan budaya, sejenak pula menikmati kehidupan