Mohon tunggu...
Iis Suwartini
Iis Suwartini Mohon Tunggu... Dosen - Dosen PBSI FKIP Universitas Ahmad Dahlan

Iis Suwartini merupakan dosen di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta sejak tahun 2014. Mengajar pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Saat ini sedang menempuh studi S3 pada jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia di Universitas Sebelas Maret (UNS). Penulis aktif menulis kolom opini, cerpen, cerita sejarah dan cerita misteri di beberapa koran.

Selanjutnya

Tutup

Kurma Pilihan

Suci yang Menyucikan

10 Mei 2021   21:55 Diperbarui: 10 Mei 2021   21:57 572
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

            Ada beberapa jenis air yang suci dan mensucikan diantaranya air hujan, air laut, air yang berasal dari lelehan salju, air embun, air sumur atau mata air, air telaga dan air sungai. Air tersebut dapat digunakan untuk bersuci termasuk berwudu. Jadi Kau tidak perlu ragu lagi untuk berwudu.

            Adapun air yang suci tapi tidak mensucikan  terbagi menjadi dua jenis Air musta'mal  dan mutaghayar. Air Musta'mal  adalah air yang telah digunakan untuk bersuci baik untuk menghilangkan hadas seperti wudhu dan mandi. Air tersebut tidak dapat digunakan lagi untuk bersuci. Sedangkan air mutaghayar adalah air yang mengalami perubahan salah satu sifatnya disebabkan tercampur dengan zat lain dengan perubahan yang menghilangkan kemutlakan nama air tersebut. Seperti air teh, kopi dan air sirup. Air tersebut suci dapat diminum tapi tidak dapat digunakan untuk bersuci.

Sekarang dapatkah Kau membedakannya antara air suci mensucikan dan air suci namun tidak mensucikan.  Mulai saat ini jangan sampai salah lagi ya kawan. Jika ingin bersuci gunakanlah jenis air yang suci dan mensucikan. Jika tidak ada air yang dapat kalian manfaatkan untuk bersuci kalian dapat bertayamum dengan debu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun