Mohon tunggu...
Iip  Syarip Hidayat
Iip Syarip Hidayat Mohon Tunggu... Guru - Teacher, Blogger, Enterprenuer, Konten Kretor dan penulis

email :iipsyarip1@gmail.com Fb. Iip Syarip Hidayat Telp. 085524657568

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Menelisik Lima Bunga Karakter Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakata

5 November 2022   14:29 Diperbarui: 8 November 2022   10:12 1567
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Perubahan jaman yang begitu pesat saat ini memiliki dampak yang sangat luas bagi seluruh lapisan masyarakat. Baik dampak positif maupun negatif. Jika tidak diantisipasi perubahan ini tentu akan lebih cenderung kepada dampak eligi yang dominan terutama di kalangan muda mudi. Oleh karenanya perubahan jaman ini perlu disikapi secara lebih serius oleh seluruh masyarakat khususnya yang berada di dunia pendidikan.

Lingkungan pendidikan merupakan sarana yang paling memungkinkan membendung arus negatif dari perubahan jaman yang begitu pesat. Pola kerja dan pola pikir sistem yang ada dengan dukungan berbagai pihak yang ada dalam satuan pendidikan memungkinkan membentuk eligi pendidikan yang dapat membendung arus negatif dari perubahan tersebut. Diantaranya dengan cara penerapan pendidikan karakter.

Lima bunga karakter Dians Pendidikan Kabuapten purwakarta merupakan sebuah transpormasi pendidikan di purwakarta terutama pada penguatan profil pelajar pancasila. Lima Bunga karakter terebut adalah terdiri dari Program 7 Poe Atikan Purwakarta Istimewa, Pendidikan Ramah Anak, Pendidikan anti Korupsi, Program agam keagaman dan pendalaman Kitab- kitab, serta Tatanen dibale Atikan

Program 7 Poe Atikan Purwakarta Istimewa adalah sebuah keinginan masyarakat Purwakarta yang memiliki karakter tersendiri dengan tanpa meninggalkan perkembangan yang saat ini sedang berjalan. Penerapan Program 7 Poe Atikan Purwakarta Istimewa yang dilaksanakan beriringan dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar melalui kurikulum satuan pendidikan menjadi salah satu sarana mewujudkan Purwakarta berkarakter.

Peraturan Bupati Nomor 69 Tahun 2015 adalah dasar hukum yang mendukung adanya penerapan pendidikan berkarakter di Kabupaten Purwakarta. Penerapan peraturan Bupati Purwakarta ini memerlukan komitmen yang tinggi dari semua pihak khususnya Dinas Pendidikan. Baik melalui kebijakan pimpinan dan kepemimpinan Kepala Sekolah dalam mengelola sumber daya dan sumber dana yang ada di satuan pendidikan.

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi

Lalu apa saja lima bunga karakter Dinas pendidikan Kabupaten Purwakarta ?

  • Tujuan Program 7 Poe Atikan Purwakarta Istimewa adalah Pembentukan karakter merupakan salah satu tujuan pendidikan nasional. Pasal 1 Undang-Undang Sisdiknas Tahun 2003 menyatakan bahwa diantara tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kecerdasan, kepribadian, dan akhlak mulia. Amanah Undang-undang Sisdiknas Tahun 2003 bermaksud agar pendidikan tidak hanya membentuk insan Indonesia yang cerdas, tetapi juga berkepribadian atau berkarakter, sehingga nantinya akan lahir generasi bangsa yang tumbuh berkembang dengan karakter yang bernapas nilai luhur bangsa serta agama.
  • Ajeg Nusantara
  • Negara Kesatuan Republik Indonesia Ajeg Nusantara mengandung pengertian yang memiliki kekayaan yang beragam. Mengenal keunggulan nusantara misalnya: mengenai keberagaman penduduk Indonesia, sejarah, kekayaan, kerajaan, pahlawan kemerdekaan, sumber daya alam, keragaman penduduk Indonesia, sehingga siswa merasa bangga dan memiliki cita-cita untuk membangun tanah nusantara.
  • Mapag di Buana
  • Mengandung arti menjemput dunia. Makssudnya pelajar di Purwakarta akan diberikan pengetahuan tentang dunia internasional. Pelajar Purwakarta harus bisa bersaing dan harus menjadi yang terkuat serta tangguh di dunia dengan budaya
  • Maneuh di Sunda
  • Mengenal jati diri dan mengenal budaya sunda, siswa dan guru memakai pakaian adat Sunda. Dalam pembelajaran diperkenalkan tradisi sunda seperti cara bercocok tanam, seni karawitan, kaulinan sunda, seni tari, dll. Sehingga siswa dapat mengenal dan membangkitkan nilai-nilai tradisi Sunda.
  • Nyanding wawangi
  • Guru dan siswa membangun nilai sinergis, nilai estetis di sekolah. Ruang kelas ditata indah dan bersih dalam pembelajaran nilai sastra, kreasi puisi, kreasi seni, kreativitas siswa lebih di tingkatkan.
  • Nyucikeun diri
  • Mengutamakan diri pada kesucian hati, jiwa, dan pikiran agar terjada selalu dekat dengan tuhannya, pada hari jumat sebelum pembelajaran siswa dan guru melaksanakan kegiatan yasinan, tadarus dan  membaca asma'ul Husna.
  • Betah di imah
  • Pada hari sabtu dan Minggu siswa tidak dibebani tugas sekolah, siswa melakukan pembelajaran di rumah membantu orang tua, bercengkrama dengan keluarga.
  • Sekolah Ramah Anak 

Memberikan Konsep Sekolah Ramah Anak adalah program untuk mewujudkan kondisi aman, bersih, sehat, peduli, dan berbudaya lingkungan hidup, yang mampu menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan salah lainnya, selama anak berada di satuan pendidikan, serta mendukung partisipasi anak terutama dalam perencanaan, kebijakan, pembelajaran dan pengawasan.Sekolah Ramah Anak bukanlah membangun sekolah baru, namun mengkondisikan sebuah sekolah menjadi nyaman bagi anak, serta memastikan sekolah memenuhi hak anak dan melindunginya, karena sekolah menjadi rumah kedua bagi anak, setelah rumahnya sendiri.

Definisi Sekolah Ramah Anak adalah sebagai berikut:

"satuan pendidikan formal, nonformal, dan informal yang aman, bersih dan sehat, peduli dan berbudaya lingkungan hidup, mampu menjamin, memenuhi, menghargai hak-hak anak dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan salah lainnya serta mendukung partisipasi anak terutama dalam perencanaan, kebijakan, pembelajaran, pengawasan, dan mekanisme pengaduan terkait pemenuhan hak dan perlindungan anak di pendidikan.

  • Pendikan anti korupsi Pendidikan anti korupsi adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan proses belajar mengajar yang kritis terhadap nilai-nilai anti korupsi. Dalam proses tersebut, maka Pendidikan Antikorupsi bukan sekedar media bagi transfer pengalihan pengetahuan(kognitif) namun juga menekankan pada upaya pembentukan karakter (afektif) dan kesadaran moral dalam melakukan perlawanan (psikomotorik) terhadap penyimpangan perilaku korupsi.

Tujuan pendidikan anti korupsi adalah :

  • Untuk menelaah kompetensi inti dan kompetensi dasar berdasarkan standar isi yang dapat diintegrasikan nilai-nilai antikorupsi;
  • Untuk mengintegrasikan nilai-nilai antikorupsi ke dalam perangkat pembelajaran;
  • Untuk mengintegrasikan nilai-nilai antikorupsi ke dalam pengelolaan kelas;
  • Untuk mengintegrasikan nilai-nilai antikorupsi dalam dimensi budaya sekolah;
  • Untuk mengintegrasikan nilai-nilai antikorupsi dalam Dimensi Budaya Kelas;
  • Untuk mengimplementasikan pendidikan antikorupsi dalam kegiatan intrakurikuler, ko-kurikuler, dan ekstrakurikuler berbasis pada pilar tujuh po atikan Purwakarta Istimewa.
  • Agama keagamaan dan pendalaman Kitab- kitab
  • AKPK Merupakan program pendidikan keagamaan yang dilaksanakan pada jenjang Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Program AKPK ini diprakarsai oleh Bapak Dedi Mulyadi ketika beliau mengabdi menjadi bupati selama dua periode di Kabupaten Purwakarta. Maksudnya adalah lebih mendalami dan memahami kajian kitab-kitab sebagai sarana untuk mempelajari agama masing-masing. Selain membaca Al-qur'an, bagi siswa/i muslim akan mempelajari kajian kitab kuning agar tidak sepotong-sepotong dalam mempelajari Islam. Begitu pula bagi non muslim mempelajari kajian kitab agama masing-masing, jelas ini sangat menumbuhkan toleransi dan kerukunan umat beragama.

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi
  • Tatanen dibale Atikan Program Tatanen di Bale Atikan ini merupakan salah satu implementasi lanjutan dari penguatan pendidikan karakter. Dalam implementasinya pendidikan karakter di Kabupaten Purwakarta tertuang dalam Peraturan Bupati Purwakarta Nomor 69 Tahun 2015 Pasal 2 yang menyebutkan bahwa, pendidikan  berkarakter  adalah untuk membentuk generasi anak bangsa yang cerdas, terampil, cinta tanah air dan daerahnya, mandiri, mampu beradaptasi dengan lingkungannya, berwawasan luas, dan berbudi pekerti luhur. Ruang lingkup penyelenggaraan pendidikan berkarakter di Kabupaten Purwakarta meliputi rangkaian kegiatan pembinaan dan pengasuhan peserta didik di dalam dan di luar sekolah pada jenjang pendidikan dasar dan menengah di Kabupaten Purwakarta untuk mengembangkan potensi diri, mental, spiritual, akhlak mulia, dan keterampilan yang diperlukan bagi dirinya, masyarakat, bangsa dan negaranya.

      Selain itu, program ini sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara yang menyatakan bahwa "Pend idikan merupakan pembudayaan buah budi manusia yang beradab dan buah perjuangan manusia terhadap dua kekuatan yang selalu mengelilingi hidup manusia yaitu kodrat alam dan zaman atau masyarakat. Pendidikan adalah tuntutan bagi seluruh kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya."

Tujuan implementasi program Tatanen di Bale Atikan ini adalah sebagai berikut:

membentuk karakter peserta didik melalui pelestarian lingkungan ekologi;

mengembangkan kompetensi komunikasi, kolaborasi, berfikir kritis, dan kreativitas peserta didik melalui proses pelestarian lingkungan;

meningkatkan kesadaran hidup ekologis bagi seluruh warga sekolah;

menjadikan sekolah asri dan hijau;

menjadikan kebun sekolah sebagai laboratorium ekologis bagi peserta didik untuk mengenal ekosistem lingkungan secara nyata;

menumbuhkan sikap peduli terhadap lingkungan;

menumbuhkan pemahaman tentang makna kehidupan;

mampu memberdayakan, mengoptimalkan, dan mengelola potensi alam berbasis kearifan lokal.

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi

 Demikian adalah lima bunga karakter pendidikan di Dinas kabupaten Purwakarta yang saat ini masih berjalan dan berhasil mendapatka penghargaan dari kementerian pendidikan sebagai dinas pendidikan yang berkarakter. Lima bunga karakter ini menjadi sebuah penguatan kembali akan karakter daerah yang kini semakin merost dan semakin berkurang dan juga sekaligus  warna tersendiri untuk dunia pendidikan saat ini.

 

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun