Manakala pendidikan inklusif ini berjalan dan ada anak berkebutuhan khusus mengikuti pendidikan di sekolah reguler maka itu membutuhkan layanan pendidikan khusus bagi anak-anak tersebut. Sedangkan guru-guru di sekolah reguler itu pada umumnya belum memahami layanan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Lalu, Siapakah yang memberikan layananya itu? Yang memberikan layanan adalah semua pihak yang ada di sekolah itu dan mendapat dukungan penuh dari tenaga ahli pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Sekolah reguler yang menerima anak berkebutuhan khusus berhak memperoleh layanan dukungan dari tenaga ahli pendidikan khusus, yaitu guru SLB.Â
Sekolah reguler dapat bekerja sama dengan SLB terdekat untuk memperoleh tenaga ahli tersebut. Sekolah reguler dan SLB bersama-sama memberikan layanan yang terbaik bagi anak berkebutuhan khusus, bahkan tidak hanya bagi anak, tapi juga antar guru bisa bertukar pikiran dan berkonsultasi mengenai masalah-masalah kesulitan belajar yang dialami oleh semua anak serta para orangtua pun dapat memanfaatkan kerjasama itu sebagai tempat belajar bagaimana mendidik anaknya di rumah.
Dari adanya kerjasama tersebut mengisyaratkan bahwa SLB tetap ada meskipun pendidikan inklusif diimplementasikan. Tidak benar SLB bubar jika pendidikan inklusif dilaksanakan. Bahkan di negara-negara yang lebih maju dalam penerapan pendidikan inklusifnya, contoh Jepang dan Amerika Serikat, SLB tetap ada dan dibutuhkan serta peran dan fungsinya bertambah. SLB tetap memiliki siswa meskipun sebagian besar anak berkebutahan khusus bersekolah di sekolah reguler. Bagi anak berkebutuhan khusus yang tingkat kelainannya berat dan sangat berat sehingga tidak memungkin memperoleh layanan pendidikan khusus di sekolah reguler terdekat, maka ia bisa bersekolah di SLB.
Di negara kita pun akan seperti itu, SLB tidak hanya memberikan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus, tapi memberikan pula layanan dukungan kepada sekolah-sekolah reguler yang menerima anak-anak berkebutuhan khusus. Tidak hanya itu, SLB juga menjadi pusat berbagai sumber daya untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara khusus menuju pendidikan yang inklusif.
 Jadi sekali lagi, SLB tidak akan bubar. Amiin.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI