Kemudian pada saat yang bersamaan Bank Kustodian akan mentransfer dana Anda kepada perusahaan sekuritas atau bank yang ditunjuk oleh Manajer Investasi dan Bank Kustodian akan mencatat dan mengelola semua kegiatan transaksi secara administratif.
Kelima, Untuk saham maka perusahaan sekuritas sebagai broker bursa efek Indonesia akan membelikan saham sesuai dengan Instruksi yang sudah diberikan oleh Manajer Investasi, sedangkan untuk deposito atau obligasi maka bank akan melakukan penempatan dana sesuai dengan instruksi Manajer Investasi.
Nah, sampai di sini saya rasa anda sudah cukup memahami reksadana. Oh iya hampir lupa, perlu anda ketahui bahwa dalam Investasi reksadana ada beberapa kepentingan yang terlibat, antara lain:
- Anda sebagai Investor
- Agen Penjual reksadana seperti bank atau perusahaan asuransi
- Bank Kustodian yang berfungsi sebagai bank penampung dana sementara dan berfungsi sebagai administrative terhadap semua proses pembelian jenis instrument investasi
- Manajer Investasi yang akan mengelola dana investasi anda.
- Broker atau Bank yang menjadi perantara antara Manajer Investasi dengan instrument investasi yang dipilih, misalkan untuk saham maka melalui perusahaan sekuritas atau melalui bank untuk pembelian deposito atau obligasi
- Perusahaan go public, jika kita berbicara saham maka saham akan dibeli oleh kepada perusahaan-perusahaan yang sudah go public.
Oke, mungkin cukup itu aja dulu ya bahasan kita tentang reksadana. Sampai di sini kita belum membahas resiko-resiko yang kemungkinan terjadi dalam jenis investasi ini. Insya Allah di lain kesempatan kita akan membahasnya juga. Semoga Bermanfaat
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H