Oleh: Ifah Latifah
Saat senja berpamit di ufuk barat,
Langit berubah menjadi kanvas kelam,
Bintang-bintang berkilauan bagai permata,
Menjelang malam, tirai misteri terhampar.
Angin malam membisikkan lagu rahasia,
Menyusuri lembah dan lembut dedaunan,
Desirnya merangkai nyanyian purba,
Menyelimuti bumi dalam balutan asmara.
Di kejauhan, lampu-lampu kota menari,
Seperti kunang-kunang di padang luas,
Menjelajah malam yang tak bertepi,
Mengantarkan cahaya dalam sepi yang berbisik.
Bayang-bayang panjang mencair,
Hilang ditelan kegelapan malam,
Bulan perak muncul anggun di singgasana,
Menjadi ratu malam yang penuh pesona.
Menjelang malam, keheningan sakral,
Mengundang jiwa untuk bermeditasi,
Dalam gelap, terhampar langit tak terbatas,
Menyimpan cerita dan mimpi-mimpi abadi.
Malam adalah kanvas tak berwarna,
Dimana mimpi-mimpi ditorehkan,
Dalam diam, kita merajut harapan,
Menunggu fajar dengan hati yang merindu.
Aceh Tamiang,04 Mei  2024
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI