"Ada awal pasti ada akhir". Â Pada awalnya, New Normal merujuk pada perubahan perilaku manusia setelah pandemi Covid-19. Pada akhirnya, New Normal siap untuk dilaksanakan dalam menghadapi pandemi Covid-19.
Dengan rasa percaya diri yang tinggi, Indonesia tengah bersiap menyambut fase Kehidupan Baru, alias New Normal. Kementerian Kesehatan RI, Senin 25 Mei 2020 baru-baru ini telah merilis protokol New Normal.
Protokol tersebut tertuang melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.
Selain itu, Pemerintah juga menginstruksikan agar fase New Normal dapat dipersiapkan dengan baik. Presiden Joko Widodo, Rabu 27 Mei 2020, menyatakan Indonesia harus tetap produktif tetapi juga aman dari Covid-19.
"Saya minta protokol adaptasi dengan tatanan normal baru yang sudah disiapkan oleh Kemenkes ini disosialisasikan secara massif kepada masyarakat", imbuhnya saat memimpin rapat kabinet terbatas lewat teleconference.
Tak hanya Kementerian Kesehatan, hal yang sama juga dilakukan oleh Kementerian Agama. Kemenag juga mengikuti langkah kaki Kemenkes untuk menyiapkan protokol kesehatan bagi para santri yang akan kembali ke pondok pesantren dalam fase New Normal ini.
Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Dinyah dan Pondok Pesantren dan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam bersama Direktorat Promosi Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan telah menyusun protokol kesehatan yang dapat diterapkan di pondok pesantren.Â
Penyusunan protokol kesehatan ini sebagai tindak lanjut dari intsruksi Pemerintah tentang New Normal dan menyambut tahun ajaran baru di pondok pesantren yang biasanya dimulai pada bulan Syawal.
Plt. Direktur Pondok Pesantren, Imam Safe'i, Kementerian Agama menyiapkan protokol kesehatan ini agar semua keluarga besar pondok pesantren terhindar dari Covid-19.
"Sebelum terjadi, kita lebih baik melakukan tindakan preventif", imbuhnya di Jakarta, Kamis 28 Mei 2020. Ia menambahkan, protokol kesehatan ini untuk melindungi pesantren, bukan anjuran atau larangan bagi pesantren melangsungkan pembelajaran.
Ada beberapa yang harus dipersiapkan oleh santri dari rumah sebelum sampai ke pondok. Pertama, santri harus benar-benar menjaga dan memastikan diri dalam kondisi sehat. Santri juga dihimbau untuk membawa membawa masker dan sanitizer. Jika perlu, beberapa suplemen dan vitamin dapat dipersiapkan dari rumah sebelum sampai di pondok.
Selain itu, ketika sampai di pondok, santri diharapkan tetap menjalankan protokol keamanan dan keselamatan. Santri harus selalu menggunakan masker, menjaga kebersihan dan sering cuci tangan pakai sabun. Selain itu, santri juga dihimbau untuk menjaga jarak ketika ada kegiatan pondok, dan tidak bersalaman.
Hal yang tidak kalah pentingnya yang harus dilakukan santri adalah santri harus selalu menjaga imunitas tubuh agar tidak mudah terserang penyakit. Cara memperkuat imunitas tubuh dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi, olahraga teratur, dan mengatur jam tidur.
Agar protokol kesehatan New Normal berjalan dengan baik, pondok diharapkan untuk menjalankan protokol kesehatan dengan baik selama melaksanakan kegiatan pondok. Misalnya, melakukan penyemprotan lingkungan pondok sebelum santri kembali ke pondok.
Pengadaan kamar khusus untuk ruang perawatan juga harus disiapkan. Hal ini penting untuk penanganan awal saat ditemukan santri yang sakit. Selain itu, pondok juga diharapkan untuk selalu berkoordinasi dengan pelayanan kesehatan setempat seperti Puskesmas agar pembelajaran tetap berjalan dengan lancar sebagaimana mestinya.
Ayoooo santri! Sehat dimulai dari diri kita sendiri. "Be a good santri for our better country".
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI