Mohon tunggu...
Den Ciput
Den Ciput Mohon Tunggu... Penulis - I'm a writer...

Just Ordinary man, with the Xtra ordinary reason to life. And i'm noone without God.. http://www.youtube.com/c/ChannelMasCiput

Selanjutnya

Tutup

Otomotif Pilihan

Apa Beda Jimny dan Katana?

23 Mei 2023   07:56 Diperbarui: 23 Mei 2023   11:57 1157
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gambar: Suzuki Super Jimny 4x4 tahun 1989 ( Foto: Koleksi pribadi)

Banyak yang mendebat  saya soal foto Jimny 1989 yang yang ada dalam foto. Bahkan di komunitas Jimny di media sosial pun masih aja ada yang ngeyel, bahwa yang ada di foto tersebut adalah Katana, bukan Jimny. Mereka melihat hanya berdasarkan High roof atau atap tingginya.

Dan sistem gardan ganda 4x4-nya, katanya, tambahan. Padahal itu benar-benar Jimny, super Jimny tepatnya, buatan tahun 1989, dengan sistem gerak roda ganda alias 4x4 asli, bukan tambahan. Mengenai atap, pada tahun 1989 memang Jimny ini hadir dengan atap yang lebih tinggi dari Jimny trepes, walau tidak setinggi Katana. Orang memberi nickname Jimny ini sebagai Jimny atap kentang.

Kalau di komunitas pun orang belum paham, apalagi yang benar-benar awam di luar group atau sekedar tahu sekilas.

Gambar: Suzuki Katana ( Foto: Suzuki/Wikipedia)
Gambar: Suzuki Katana ( Foto: Suzuki/Wikipedia)

Tapi okelah, saya jelaskan. Di Indonesia selain Jimny 'trepes' dengan kode produksi SJ410, dengan ciri khas atap lebih rendah ( sampai tahun 1988), pada tahun 1989 diproduksi juga Super Jimny dengan kode produksi sama, SJ410. Semua sama, menggunakan sistem 4x4. Tapi secara fisik, Super Jimny sudah menggunakan high roof atau atap ( agak) tinggi.

Selain versi Hardtop, ada juga versi soft top atau sering disebut sebaga Jimny Sierra.

Generasi ini sebetulnya generasi peralihan, dari atap trepes ke atap tinggi.

Yang menjadikannya rancu adalah ketika Suzuki Indomobil meluncurkan  varian yang hanya 4x2 pada bulan september tahun 1989 yang dinamakan Katana. (Sebelumnya Jimny juga tersedia varian 4x2) Body masih menggunakan super Jimny, pun kode produksi, masih menggunakan SJ410. Selain melepas gardan depan, juga ada beberapa minor change. Sedikit info, kode SJ 410 ini mayoritas adalah untuk pasar ekspor ( diluar Jepang), sedangkan di Jepang menggunakan menggunakan kode produksi SJ40.

Dan ternyata Katana ini sangat populer di tanah air. Bahkan sampai sekarang unit bekasnya juga banyak diburu, kendati kemampuan Off-road tidak sebaik Jimny yang varian 4x4.

Popularitas Katana inilah yang rupanya mempengaruhi minded masyarakat terhadap Jimny. Yaitu kalau high roof itu pasti Katana, dan Jimny harus beratap pendek alias trepes. Nggak gitu juga kali.

Produksi Katana di Indonesia bertahan hingga tahun 2006, dengan bentuk sama, dan tak banyak ubahan. Termasuk suspensi yang masih menggunakan leaf spring atau  per daun di depan dan belakang. Pun unit mesin masih menggunakan unit mesin dengan kode F10A yang sangat legendaris dan di pakai di beberapa jenis kendaraan Suzuki lain, diantaranya Suzuki Super Carry 1000 dan Suzuki Karimun 'kotak'.

Padahal mesin ini digunakan sejak jaman Jimny 'jangkrik' LJ30 pada tahun 80 an. Rupanya mesin ini menjadi master piece Suzuki saking bandelnya.

Untuk Jimny generasi ketiga, sebetulnya pada tahun 1998 sudah keluar generasi barunya dengan kode JB32. Akan tetap unit tersebut tidak masuk ke Indonesia. Pihak Indomobil saat itu masih memasarkan Jimny Katana.

Bisa jadi kalau versi ini masuk Indonesia, akan sangat mengganggu jualan Katana ( pastinya!) selain Katana, sempat beredar pula versi Pick up dengan kabin tambahan yang diberi nama Jimny Caribian. 

Selain perbedaan layout body, Caribian juga di tenagai mesin yang lebih besar, yaitu 1300cc. kendati masuk dan di jual secara resmi oleh APM Suzuki, tetapi Caribian di impor utuh dari Thailand.

Model JB32 ini di dunia berakhir pada tahun 2018. Ironisnya, di akhir masa edarnya di seluruh dunia, JB32 sempat dijual di Indonesia dengan jumlah yang sangat terbatas, yaitu 88 unit saja. Jadinya mobil yang di jual dengan harga 280 jutaan tersebut habis dalam waktu sekejab dan unit bekasnya masuk kategori collector item.

Gambar: Jimny JB74W, menggugah kenangan ( Foto: Vauxford/Wikipedia)
Gambar: Jimny JB74W, menggugah kenangan ( Foto: Vauxford/Wikipedia)

Keberadaan JB32 gantikan oleh JB64W/JB74W sampai sekarang, dan Indonesia pun kebagian model ini. Walau Inden lama, dan harga bekasnya sudah nggak masuk akal, tetapi kecintaan masyarakat Indonesia terhadap Jimny membuat Jimny tetap diburu pecinta Jimny. Bagi yang punya uang.. hehehehhe

Moga artikel singkat sejarah Suzuki Jimny/Katana ini bisa merubah mindset tentang Jimny dan Katana. Bahwa kalau high roof itu pasti Katana, dan Jimny harus beratap pendek alias trepes.

Karena faktanya Jimny dalam foto ( property pribadi penulis) beratap tinggi, dan sudah memakai sistem 4x4.

Kadang kalau orang picek informasi tuh menang kalah tetap ngeyel. Bikin anyel!!!

*Opini pribadi yang di dukung dari berbagai sumber terpercaya. 

Note : Anyel= Jengkel ( Bahasa Jawa)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Otomotif Selengkapnya
Lihat Otomotif Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun