Mohon tunggu...
Imam Syamsul Huda
Imam Syamsul Huda Mohon Tunggu... -

Makhluk sisa-sisa feodalisme, terlahir dari kaum proletar yang terus bermimpi tentang arti "merdeka" secara utuh.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Artikel Utama

Lawan!

25 Maret 2015   17:19 Diperbarui: 17 Juni 2015   09:02 7
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Kawan!

Kumandangkanlah syair-syair pemberontakan

Nyanyikanlah lagu perang dari lirik-lirik kebencian

Beritakan mereka arti sebuah penindasan

Suarakan puisi kematian dari bait-bait amarah,

Beritakan mereka arti sebuah keserakahan

Tuliskanlah rangkaian episode ceritera pesakitan

Beritakan mereka arti sebuah pembodohan

Kawan!

Dengarkan celotehan dari kaum rendahan

Tak kuasa menderita atas sebuah norma

Mendekati kematian terjebak dalam angkara murka

Menanggung pilu berselimut dosa

Yang sebenarnya harus mereka bayar dengan pertumpahan darah

Sekarang..

Teriakkan pekik-pekik perlawanan

Tanda lahir bangkitnya sebuah generasi penebus dosa

Generasi kita adalah generasi yang tak pantas jadi pecundang

Lawan! Masa depan kita bukan untuk dikuasai anjing-anjing pengumbar janji

Koarkan! Masa depan kita bukan untuk dikuasai iblis-iblis laknat penikmat singgasana

Tabuhkan genderang perang!

Teriakan yang lantang!

Mengaum kelaparan!

Rapatkan barisan!

Robohkan dinding kelam mengangkang!

Hancurkan tirani yang berkuasa!

Dengan satu kata LAWAN!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun