Mohon tunggu...
Hery Syofyan
Hery Syofyan Mohon Tunggu... Wiraswasta - Wiraswasta

Banyak baca dapat menambah cakrawala pola pikir kita....suka bola & balap..

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

5 Oknum Terlibat di Kemenangan 12-0 Barcelona-B atas CD Eldense

6 April 2017   10:46 Diperbarui: 6 April 2017   20:30 707
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pengaturan skor adalah jelas merupakan aib dalam sepak bola. Hal ini memang sulit dihilangkan dan tak bisa menghilang dengan begitu saja karena banyak pihak mulai dari pelatih, pemain, dan wasit tergoda dengan bujukan sejumlah uang dan materi untuk memanipulasi hasil pertandingan.

Dengan sepak bola, orang dari mana pun dan berasal dari manapun dapat bertemu, berinteraksi bahkan berjualan. sepak bola juga menyediakan segalanya baik itu dari sisi olah raga sampai ke sisi hiburannya, bahkan bias juga untuk kepentingan politik dan ekonomi pun tak luput jangkauanya. Inilah kira-kira akar masalah munculnya peluang bagi para mafia pengatur skor dlam pertandingan epak bola.

Saat ini semua orang dapat menyaksikan tayangan sepak bola dimanapun dari berbagai liga dunia lewat media elektronik (Internet), tanpa mengenal ruang dan waktu. Orang di berbagai belahan dunia manapun dapat menyaksikan kehebatan dari para bintang-bintang bola membela timnya secara langsung pada waktu yang bersamaan.

Laga demi laga sepak bola dijual untuk dikonsumsi habis-habisan oleh mereka yang telah menjadi budak dari tayangan demi tayangan media. Dalam situasi seperti inilah, mafia bola gentayangan bak hantu di taman kayangan yang bernama sepak bola global.

Nah, dalam lingkup serba konsumtif seperti inilah, aksi mafia pengaturan skor merebak tumbuh subur dalam dunia sepak bola. Karena sepak bola telah menjadi komoditas, maka peluang untuk pengaturan skor pun muncul karena memang di sana bertemu antara pembeli dan penjual dalam ruang besar bernama "shopping mall".

Dalam beberapa tahun terakhir belakangan FIFA pun sebagai induk tertinggi sepakbola juga tengah berusaha memerangi segala bentuk perjudian dalam olahraga khususnya dalam olahraga mengolah si kulit bundar ini. Namun yang tak bisa dipungkiri, adalah bahwa sepakbola memang menjadi magnet tersendiri bagi para Bandar-bandar judi Internasional dalammengembangkan bisnis mereka.

sumber foto : Bola
sumber foto : Bola
Hal tersebut bisa dibuktikan dari berbagai kasus skandal pengaturan skor yang sempat membuat banyak kalangan terkejut. Dalam beberapa hari belkangan ini kita kembali mendengar adanya dugaan skandal pengaturan skor yang kembali mencoreng dunia persepakbolaan. Namun yang sedikit mengagetkan adalah hal ini terjadi pada negara adidaya sepakbola benua biru Spanyol.

Sedemikian bobrokkah sepakbola Spanyol sehingga sampai terimbas juga oleh campur tangan oleh para mafia judi yang ingin meraup keuntungan sebanyak-banyaknya tanpa peduli atau menghiraukan nilai fair play yang yang sesungguhnya di junjung tinggi dlam dunia sepakbola dan sudah merupakan jiwa dari setiap laga dalam sepak bola?

Seperti yang diberitakan buntut dari kemenangan Barcelona B atas Eldense. Dua pelatih, dan dua pemain, serta satu investor sepak bola, dikabarkan ditahan oleh kepolisian Spanyol terkait kasus dengan dugaan kasus pengaturan skor dalam pertandingan Segunda B atau kasta ketiga Liga Spanyol tersebut yang berlangsung di Estadio Nuevo Pepico Amat, Sabtu (1/4/2017).

Barcelona B memang betul menang besar 12-0 dalam pertandingan tersebut. Babak pertama, Barcelona B unggul dengan mencetak delapan gol, empat gol tambahan kemudian didapatkan pada babak kedua.

Skor mencolok tersebut akhirnya menjadi perhatian pihak otoritas sepak bola Spanyol yang menduga mengandung unsur pengaturan skor. Setelah dilakukan investigasi, Ppetinggi CD Eldense pun langsung memutuskan memberhentikan seluruh kegiatan klubnya sampai dengan kasus ini selesai.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun