Sudah barang tentu, sebagai seorang akademisi, latar belakang keilmuan beliau sejalan dengan kritik sastra. Betapa beruntung saya, bisa membaca kritik Beliau yang sistematis, terperinci, dan lengkap.
Apa yang saya peroleh setelah membaca kritik sastra?
Kritik Beliau tercatat sepanjang 31 halaman. Wow! Barangkali kurang lebih 5 kali lipat dibanding panjang setiap cerpen. Mengapa bisa panjang? Ya, karena seluruh cerpen dibahas satu demi satu.
Saya sangat bersyukur bisa membaca tulisan orang yang mumpuni di bidangnya. Semampu pemahaman saya, Beliau berhasil mengupas tuntas setiap cerpen dan memberikan kritik.
Kekuatan dan kelemahan cerpen
Catatan beliau memperlihatkan adanya kekuatan dan kelemahan tiap-tiap cerpen. Sebelum mengulasnya, beliau akan mengutarakan secara garis besar isi cerpen.
Apa yang digambarkan dalam cerpen. Bagaimana alur dan gaya penceritaan si pengarang. Paragraf mana yang dinilai menarik dan punya kekuatan untuk melukiskan inti cerpen.
Bagian mana yang dinilai kurang dan dirasa tidak dijelaskan lengkap. Seluruh cerpen seperti "ditelanjangi" bulat-bulat oleh beliau, benar-benar dilihat dari sudut pandang objektif.
Penafsiran secara lengkap