Mohon tunggu...
Y. Edward Horas S.
Y. Edward Horas S. Mohon Tunggu... Penulis - Pendiri Cerpen Sastra Grup (cerpensastragrup.com)

Nomine Terbaik Fiksi (Penghargaan Kompasiana 2021). Peraih Artikel Terfavorit (Kompetisi Aparatur Menulis 2020). Pernah menulis opini di KompasTV. Kontributor tulisan dalam buku Pelangi Budaya dan Insan Nusantara. Pendiri Sayembara Menulis Cerpen IG (@cerpen_sastra), Pendiri Perkumpulan Pencinta Cerpen di Kompasiana (@pulpenkompasiana), Pendiri Komunitas Kompasianer Jakarta (@kopaja71), Pendiri Lomba Membaca Cerpen di IG (@lombabacacerpen), Pendiri Cerita Indonesia di Kompasiana (@indosiana_), Pendiri Tip Menulis Cerpen (@tipmenuliscerpen), Pendiri Pemuja Kebijaksanaan (@petikanbijak), dan Pendiri Tempat Candaan Remeh-temeh (@kelakarbapak). Enam buku antologi cerpennya: Rahimku Masih Kosong (terbaru) (Guepedia, 2021), Juang (YPTD, 2020), Kucing Kakak (Guepedia, 2021), Tiga Rahasia pada Suatu Malam Menjelang Pernikahan (Guepedia, 2021), Dua Jempol Kaki di Bawah Gorden (Guepedia, 2021), dan Pelajaran Malam Pertama (Guepedia, 2021). Satu buku antologi puisi: Coretan Sajak Si Pengarang pada Suatu Masa (Guepedia, 2021). Dua buku tip: Praktik Mudah Menulis Cerpen (Guepedia, 2021) dan Praktik Mudah Menulis Cerpen (Bagian 2) (Guepedia, 2021).

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen: Valentine yang Malang

19 Desember 2020   14:47 Diperbarui: 19 Desember 2020   15:01 310
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber:wallpaperbetter.com

Tidak ada pesan balasan setelah pesan itu. Karena keingintahuan dan kejengkelan semakin menumpuk, wanita itu memutuskan pergi ke rumah pacarnya. Tepat pukul delapan sepulang kerja setelah makan malam, dia berangkat dengan ojek pengkolan.

***

"Tok..tok..tok"

"Iya, siapa?" Terdengar suara wanita paruh baya menyahut.

"Siska, Bu. Adam ada?"

"Oh Siska. Iya, Adam ada. Ayo ke dalam" Wanita itu mempersilakan masuk rumah. Langsung tepat menuju kamar lelaki yang dicintainya itu. Di atas ranjang, tergolek lemah pacarnya itu, dengan handuk dingin di atas dahinya.

"Adam sakit, Bu" Gelisah dan perasaan bersalah tiba-tiba menyelimuti hatinya.

"Iya, mulai pagi kemarin panas tidak turun-turun. Ini baru selesai ke dokter. Jam dua belas tadi obat kedua sudah diminum"

Setelah mendengar penjelasan, wanita itu tertunduk lesu. Tangannya memegang lembut kedua tangan pacarnya yang lemas tak berdaya. Mendadak teringat kembali kata-kata dalam pesan yang telah dilontarkannya. Wajahnya diliputi penyesalan. Mengapa dia lebih mementingkan dirinya sendiri.

...

Jakarta

19 Desember 2020

Sang Babu Rakyat

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun