Butuh waktu 3 tahun untuk akhirnya bisa dapat menikmati film Sri Asih yang digadang-gadang sebagai film Super Hero Perempuan Indonesia. Kalo Hollywood punya Marvel Cinematic Universe maka Indonesia juga gak kalah punya Jagat Sinema Bumilangit yang sebelumnya memproduksi Gundala, tokoh super hero yang diadaptasi dari serial komik.
Sama seperti Gundala, Sri Asih juga diadaptasi dari serial komik karya RA Kosasih yang sempat happening di era 1950an. Menyesuaikan dengan situasi dan perkembangan teknologi terkini, adegan-adegan yang ada di film Sri Asih dibuat dengan kecanggihan teknologi.Â
Walau masih jauh dari teknik film-film produksi Marvel dan sejenisnya, tapi Sri Asih patut diapresiasi. Dengan berbalut cerita lokal, kekuatan cerita Sri Asih masih ditonjolkan dan menampilkan budaya Jawa yang kental.
Peran Sri Asih sendiri dipegang oleh Pevita Pearce yang sebelumnya tidak pernah bermain di film laga. Effort Pevita dalam membentuk karakter dan penampilan Sri Asih terlihat garang, rebel dan dari penampilan fisik otot tubuhnya yang terlihat terbentuk. Saya sendiri menyukai peran Pevita sebagai Sri Asih yang menurut saya cukup terwakilkan.Â
Dari seorang anak yatim piatu yang ditinggal meninggal kedua orang tuanya sejak bayi, Alana aka Sri Asih harus terdampar di panti asuhan dan akhirnya diadopsi oleh ibu Sarita (diperankan oleh Jenny Chang) . Sedari kecil Alana sering sulit mengendalikan amarahnya dan setelah dewasa mimpi yang sama ketika kecil datang kembali yang membangkitkan amarahnya.Â
Di sini ibu Sarita berperan untuk membantu Alana mengendalikan amarahnya, hingga ia harus menghadapi masalah besar dengan penguasa yang akhirnya membawanya pada jati dirinya sebagai Sri Asih.
Perjalanan cerita Sri Asih sangat runut, hingga penonton akan segera mengerti jalan cerita keseluruhan dibanding di film Gundala yang menampilkan banyak karakter. Menariknya lagi dari sosok anak yatim piatu yang beranjak remaja dihabiskan di sasana tinju bersama ibu angkatnya, Alana berubah menjadi Sri Asih super hero wanita yang mempunyai misi untuk menumpas kejahatan.Â
Walau berhasil melawan sosok jahat yang diperankan oleh Reza Rahardian, tugas Sri Asih tidak selesai begitu saja. Masih ada tugas dan misi lain yang harus dilakukan. Di sini terlihat bahwa sutradara Upi dan Joko Anwar masih ingin melanjutkan perjalanan Sri Asih ke dalam film laga selanjutnya. Mari kita sama-sama tunggu film apakah gerangan.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H