Kitab kuning adalah kitab yang memuat hukum-hukum ibadah, mu'alamalah, nikah, akhlaq, tafsir, sejarah, hadits, sastra Arab, dan lain-lain. Kitab kuning merupakan hasil pemikiran para Ulama yang di ambil referensinya dari Al-Qur'an, As-Sunnah, Ijma', dan Qiyas. Kitab kuning selalu merujuk kepada dalil-dalil agama dan tidak keluar darinya.
Kitab kuning (fiqih) adalah kitab yang menjelaskan tentang rukun shalat, syarat, larangan, batalnya shalat dan pembahasan-pembahasan lain. Maksud belajar kitab kuning tiada lain adalah belajar memahami hukum dalil-dalil agama lewat pemikiran atau ijtihad Ulama.
Karena itu, anggapan bahwa kitab kuning sebagai buatan manusia yang tidak pasti benar, sementara Al-Qur'an dan As-Sunnah sudah pasti benarnya, adalah anggapan dan syubhat yang sangat tidak tepat, meski ucapan dzalim ini sudah memakan banyak korban.
Apakah Anda sudah menemukan bahwa kitab kuning menyelisih Al-Qur'an, As-Sunnah, Ijma', dan Qiyas, sehingga ada yang berani mengklaim bahwa kitab kuning berisi hukum-hukum yag sesat? Tindakan yang seperti inilah merupakan kedzaliman. Untuk menguji kebenarannya kitab kuning, seseorang harus memahami seluruh dalil-dalil agama disertai pemahaman ilmu ushul fiqh yang memadai.
Demikianlah artikel saya yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat bagi pembaca dan khususnya bagi saya yang masih banyak salahnya, mohon maaf bila banyak penulisan kata yang salah karena saya masih perlu untuk di ajarkan.
Wabillahittaufiq wal hidayah wal 'inayah
Wassalamu'alaikum WR.WB
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H