Mohon tunggu...
Mas Heru
Mas Heru Mohon Tunggu... Wiraswasta - Swasta

Menikmati jadi diriku sendiri

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Mengembalikan Ekonomi Koperasi Sebagai Soko Guru Ekonomi Indonesia

16 Januari 2025   06:53 Diperbarui: 16 Januari 2025   06:53 22
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dok. PribadiInput Keterangan & Sumber Gambar (Contoh: Foto Langit Malam (Sumber: Freepik/Kredit Foto))

Budie Arie dan Tantangan Peran serta Keterlibatan Koperasi Indonesia Menuju Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, bisakah  terealisasikan?


Saat ini Kementerian Koperasi Republik Indonesia (disingkat Kemenkop) adalah kementerian dalam Pemerintah Indonesia yang membidangi urusan koperasi. Kementerian Koperasi dipimpin oleh seorang Menteri Koperasi (Menkop) yang sejak tanggal 21 Oktober 2024 dijabat oleh Budi Arie Setiadi.

Mengenal Sejarah singkat perjalanan Koperasi Indonesia. Koperasi di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1992 tentang Pokok-Pokok Perkoperasian (UU No. 25/1992). Di Indonesia, organisasi koperasi mempunyai ciri-ciri yaitu perkumpulan orang, adanya kerja sama dan gotong royong berdasarkan persamaan derajat, hak dan kewajiban.

Dikutip dari berbagai  sumber, Koperasi di Indonesia dibentuk berdasarkan kesadaran para anggotanya. Selain itu, koperasi di Indonesia bertujuan untuk mencapai kepentingan bersama dari para anggotanya. Koperasi di Indonesia bukan merupakan kumpulan modal. Hak tertinggi dalam pengambilan keputusan didasarkan dari hasil rapat seluruh anggota.

Koperasi di Indonesia dilaksanakan tanpa ada keterlibatan pihak lain selain anggota serta diselenggarakan tanpa ada paksaan, ancaman, dan intimidasi dari pihak luar. Pembagian pendapatan di dalam koperasi di Indonesia berdasarkan kepada besarnya sumbangsih dari masing-masing anggota dalam bentuk karya dan jasa.

Aset  dan Jaringan

Bicara tentang kekayaan atau aset dan jaringan, Koperasi Indonesia tergolong mempunyai posisi politik dan ekonomi buang menggiurkan. Dalam sejarahnya, menurut Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) memproyeksikan total aset koperasi Indonesia selama sepuluh tahun di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tumbuh signifikan.

Dikatakan oleh Deputi Bidang Perkoperasian Ahmad Zabadi mengatakan aset koperasi di Tanah Air terus merangkak dari tahun ke tahun. Dia pun mengestimasi jumlah aset koperasi di Indonesia jauh melampaui data pada online data system (ODS).

"Tim kami menghitung, tetapi belum terkonfirmasi dengan ODS, proyeksi dari total aset koperasi di Indonesia kurang lebih mencapai Rp900 triliun. Jadi cukup signifikan kenaikan dari aset saat ini," kata Ahmad dalam konferensi pers Capaian 10 Tahun Kinerja Deputi Bidang Perkoperasian di KemenKopUKM, Jakarta, Kamis (10/10/2024). Jika merujuk data ODS, jumlah aset koperasi di Indonesia hanya mencapai Rp200 triliun.

Seiring berjalannya waktu, Kemenkop UKM membubarkan sekitar 82.000 unit koperasi yang tidak aktif sejak 2019--2024, dan kini menjadi 130.119 unit koperasi aktif pada 2024. Alhasil, jumlah aset yang tercatat di ODS Kemenkop UKM menunjukkan adanya peningkatan menjadi Rp254,17 triliun.

Sementara Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop), Ferry Juliantono mengatakan, aset seluruh koperasi di Indonesia hanya sekitar Rp281 triliun. Jumlah ini jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sekitar Rp10 ribu triliun.

Ferry ingin mendorong aset koperasi terus berkembang, sehingga mampu menyaingi jumlah aset BUMN. "Inilah yang menjadi hal penting bagi Kementerian Koperasi," kata Ferry lewat keterangan persnya, Rabu (13/11/2024).

Kontribusi Koperasi

Dilihat dari perjalanan debut koperasi Indonesia dikatakan Kontribusi koperasi terhadap PDB cenderung meningkat setiap tahunnya, hingga pada tahun 2020 dan 2021 koperasi memberikan kontribusi sebesar 6,20% dari PDB Indonesia. Besaran potensi koperasi  mampu memberikan manfaat dan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Dalam 5 tahun terakhir, kontribusi koperasi terhadap PDB sudah melampaui 6,2% pada 2024. Sedangkan angka kontribusi koperasi terhadap PDB yang ditargetkan di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) adalah sebesar  5,7%.

Sektor Penyumbang PDB

Dari sisi lapangan usaha, dicontohkan  penyumbang utama pertumbuhan ekonomi triwulan II-2024 adalah industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan, dengan kelima sektor ini berkontribusi sekitar 63,70 persen dari PDB.
Sedangkan lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi antara lain, sektor akomodasi dan makanan minuman yang tumbuh 10,17 persen, didorong oleh event berskala nasional maupun internasional.

Dari sisi sumber pertumbuhan, industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi terbesar, dengan porsi 0,79 persen. Kemudian diikuti oleh konstruksi sebesar 0,67 persen, perdagangan 0,63 persen, dan informasi dan komunikasi 0,50 persen.

Konsumsi rumah tangga berkontribusi sebesar 54,53 persen. Jika dilihat dari pertumbuhannya, konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 4,93 persen (yoy) pada triwulan II-2024. Ini mengindikasikan masih kuatnya permintaan domestik dan daya beli masyarakat.

Sementara pengeluaran yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT) yang tumbuh sebesar 9,98 persen (yoy) pada triwulan II-2024. Pada saat yang sama, komponen ekspor dan impor juga tumbuh masing-masing sebesar 8,28 persen dan 8,57 persen.

Investasi Atau Penguatan Ekonomi Domestik

Dalam teori pertumbuhan ekonomi, investasi merupakan salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menjadi fakta sejarah, jika struktur pertumbuhan ekonomi Indonesia 23-24% disumbang dari investasi. Artinya di Indonesia kontribusi investasi dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia masih kecil di bandingkan dengan negara lain.

Jika melihat arahan dari  Presiden Prabowo dan juga dari Bappenas, ekonomi pada tahun 2029 diharapkan pertumbuhan perekonomian kita mencapai 8%. Tumpuan pertumbuhan 8% ini satu kontribusi utamanya adalah datang dari sektor investasi.

Yang menarik adalah  konsumsi domestik berkontribusi sekitar 53-54%. Sementara  belanja pemerintah sebesar 8-9% disusul kemudian ada juga kontribusi dari ekspor sebesar 2%.

Dapat disimpulkan jika struktur dari pertumbuhan perekonomian sekitar 53-54% saat ini yang dikontribusikan  dari domestic consumption atau konsumsi domestik. 23-24% dari investasi. Artinya, investasi bukan menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia dan pada kenyataannya ekonomi domestiklah yang menjadi magnet paling berarti menggerakkan perekonomian nasional.

Peluang Koperasi Indonesia
 
Target pertumbuhan ekonomi dicanangkan Presiden Prabowo sebesar 7-8 persen.  Dibutuhkan investasi jumbo sekitar Rp 13 Ribu triliun. Porsi investasi asing sekitar 23 persen dari porsi keseluruhan pertumbuhan ekonomi

Artinya adanya market besar yang menjadi Peluang Kementrian Koperasi Sebagai Pilar Pertumbuhan Ekonomi Nasional. Portofolio pertumbuhan ekonomi ada di konsumsi masyarakat. Besarnya sangat fantastis 50-54 persen

Peran koperasi dalam perkuat dan perluas lahan kerja dan teritorial kebijakan koperasi Indonesia. Menyentuh kebutuhan masyarakat Indonesia. Mereka adalah pelaku utama. Konsumsi domestik masyarakat menjadi kunci pertumbuhan ekonomi

Koperasi Indonesia diharapkan masuk dalam ekosistem ekonomi domestik nasional terutama sektor dan subsektor usaha yang berkontribusi besar laju kontribusi PDB.  Karena dibutuhkan penguatan dan legacy koperasi Indonesia dengan Presiden Indonesia untuk mengambil peran banyak di sektor riil.

Menjadi Kenyataan

Peran pemberdayaan koperasi dan keterlibatan masyarakat dengan jaringan koperasi. Kebutuhan integrasi sirkuit ekonomi koperasi berkelanjutan. Kemudian adanya monitor dan evaluasi. Target koperasi bergerak dalam akselerasi dan implementasi pertumbuhan  ekonomi menjadi kenyataan.

Koperasi Indonesia bukan lagi hanya sebatas pelaku ekonomi recehan akan tetapi menjadi raksasa korporasi yang menakutkan dan berwibawa. Dikemudian hari, dengan kenaikan kontribusi ekosistem ekonomi koperasi bagi pertumbuhan ekonomi, akan menjadi kenyataan bahwa Koperasi Indonesia akan kembali menjadi soko guru perekonomian Indonesia.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Analisis Selengkapnya
Lihat Analisis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun