Partai golkar tak bisa lepas dari kekuasaan. Dalam gen partai golkar memang tertanam jejak-jejak kekuasaan. Pernah menjadi oposis namun tak bertahan lama kembali masuk dalam pemerintahan.
Sebagai partai pendukung kini partai golkar memiliki 2 menteri dalam kabinet kerja presiden Jokowi -Jk. Setelah presiden Jokowi melantik Idrus Marham sebagai Menteri Sosial mengantikan Ibu Kofifah yang maju bertarung pada pilkada jawa timur.
Kehadiran Idrus marham dalam kabinet kerja mengagetkan banyak kalangan. Jejak Setya novanto tercium dengan hadirnya Idrus mahram dalam kabinet kerja Jokowi - Jk. Sampai- sampai Setya novanto mengucapkan terimakasih kepada Jokowi - Jk.
Suara Golkar Masih Diperhitungkan
Sekalipun Mantan ketua umum partai golkar setya novanto terlibat kasus e-ktp namun keberadaan partai golkar masih dianggap sangat penting untuk diperebutkan. Oleh karena itu langkah cepat Jokowi dalam menangani golkar kali ini membuahkan hasil yang baik.
Kritik SBY terhadap Kinerja Ekonomi
Mantan Presiden SBY hari ini mengkeritik pertumbuhan ekonomi Indonesia yang hanya tumbuh 5, 2 % kalah tinggi jika dibanding dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada era  SBY  berkuasa yang rata- rata 7 %. Reaksi SBY berupa kritik ini seperti sebuah signal colek dari SBY terhadap masuknya Idrus marham dalam kabinet Kerja Presiden Jokowi -Jk.Â
Seolah SBY bilang ke Jokowi kerja anda belum bagus jadi ya kerja yang lebih giat agar pertumbuhan ekonomi bisa 7 %, jangan asik mengurusi politik saja.
Arti Kehadiran Idrus Marham dalam Kabinet Kerja Jokowi  - Jk
Dengan bertambahnya jatah 1 menteri menunjukan partai golkar memiliki arti tersendiri bagi Jokowi. Apalagi Idrus mahram pada posisi menteri sosial yang sangat strategis karena bisa langsung bersentuhan dengan masyarakat melalui program - program bantuan sosialnya. Sepertinya Jokowi tengah mempersiapakan strategi menghadapi pilres 2019 nanti
Sekalipun banyak pengamat merasa aneh dengan resapel kabinet kali ini, namun bagi partai golkar telah menunjukan kelasnya tersendiri dalam perpolitikan Indonesia dewasa ini.
Ternyata resapel kabinet kerja kali ini menuai kritik dari SBY terhadap pertumbuhan ekonomi. Entah sindirian atau sekedar mengingatkan dari seorang senior kepada junior. Atau malah gerah dengan partai golkar yang makin dekat dengan Jokowi.Â
Entalah, hanya SBY yang tahu jawabannya.
Salam
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H