Bumi merupakan satu-satunya tempat tinggal bagi manusia. Tidak cuma manusia tapi juga makhluk hidup lainnya. Seperti hewan, dan tumbuhan. Tempat tinggal yang kita tinggali saat ini haruslah kita jaga, kita rawat, dan kita lestarikan. Biar manfaat nya bisa kita rasakan sampai anak cucu kita nanti. Net Zero Emission atau nol emisi karbon adalah serangkaian kegiatan yang bisa kita lakukan dalam melestarikan bumi kita. Lantas apa itu Net Zero Emission ?
Apa itu Net- Zero Emission ?
Istilah Net Zero Emission telah muncul era tahun 2008. Meskipun telah muncul lama, istilah ini kembali digaungkan sejak diadakannya Konferensi Tingkat Tinggi di Paris, Perancis yang diselenggarakan pada tahun 2015. Negara ini mewajibkan seluruh industri harus  mencapai nol-bersih emisi pada tahun 2050.
Net Zero Emission adalah suatu gerakan kampanye yang digaungkan untuk mensosialisasikan gerakan menetralisir efek karbon dioksida atau efek rumah kaca yang terdapat pada bumi. Â Karbon dioksida sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup makhluk dimuka bumi ini. Pada tanggal 21 September setiap tahunnya selalu diperingati sebagai hari Net Zero Emission day. Â Dimana hari ini seluruh warga di bumi diharapkan untuk mengurangi emisi gas karbon dioksida.
Indonesia akan menggapai Net- Zero Emission
Dikutip dari situs  ebtke.esdm.go.id  dalam siaran pers pada tanggal 31 Mei 2021. Indonesia akan mencapai komitmen untuk gapai Net Zero Emission.
Dalam siaran ini menteri ESDM bapak Arifin Tasrif didampingi oleh beberapa jajaran pejabatnya menerima kunjungan dari Y.M Alok Sharma COP 26 President Designate Pemerintah UK dan Owen Jenkins. Tidak hanya beliau, turut hadir juga Duta Besar UK untuk indonesia dan Timor Leste. Kunjungan ini dilakukan bertujuan dalam rangka mendukung sektor ESDM untuk mencapai tujuan net zero emission untuk Indonesia.
Dalam pertemuan ini, Menteri ESDM juga menyampaikan bahwa Pemerintah Republik Indonesia akan berkomitmen dalam  melaksanakan penurunan jumlah intensitas emisi gas efek rumah kaca. Hal ini juga tertuang dalam Nationally Determined Contribution ( NDC ).  Kementerian ESDM sudah merancang beberapa strategi, guna untuk mendukung kelancaran pencapaian net zero emission dimasa mendatang.  strategi yang dirancang ialah, mandatori biodiesel, co-firing PLTU, memanfaatkan Refuse Derived Fuel ( RDF ), pergantian energi diesel dengan energi yang terbarukan, pemanfaatan non listrik/ non biufuel seperti briket dan proses pengeringan hasil pertanian serta biogas.
Untuk saat ini kementerian ESDM berkolaborasi bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( KLHK ) sedang menyusun suatu komitmen untuk mewujudkan net zero emission di Indonesia, Program yang dikhususkan ialah penurunan emisi di bidang pembangkit ketenagalistrikan.
Pemerintah Republik Indonesia pada saat ini juga sedang menyusun Grand Strategy Energy untuk mengembangkan sektor energi untuk mencapai target yang ideal dalam hal ketahanan energi, bauran energi dan pengurangan emisi.
Kegiatan Grand strategi menekankan untuk memenuhi permintaan energi pada skala nasional. Hal ini guna meningkatkan neraca perdagangan, serta juga mengembangkan infrastruktur energi. Salah satu targetnya ialah  mempercepat penggunaan pembangkit listrik terbarukan dengan kapasitas tambahan sekitar 38 GW pada 2035. Dimana Solar PV diprioritaskan mengingat biaya investasinya yang relatif lebih murah dan durasi pemasangan yang singkat.
Cara mewujudkan  Program Net- Zero Emission
1. Hemat dalam penggunaan bahan bakar fosil
Seperti yang kita ketahui di Indonesia banyak yang memakai peralatan yang mempunyai bahan bakar fosil. Seperti mesin kendaraan dan lain sebagainya. Hal seperti ini seakan-akan membuat masyarakat tidak akan mampu jika bahan bakar fosil ini akan lenyap.
Bayangkan saja, jika di Indonesia bahan bakar fosil telah habis. Maka bisa dipastikan akses transportasi dan segala macam mesin untuk berbagai keperluan industri akan terhenti seketika.
Bahan bakar fosil memang menjadi suatu kebutuhan dasar industry. Namun, perihal ini tidaklah cukup baik bagi keperluan jangka panjang. Pertama, bahan bakar fosil tidak bisa diperbaharukan, kedua limbah asap yang dihasilkan akan berbahaya bagi atmosfer bumi.
Dampak yang kedua inilah yang menjadi pusat perhatian. Pasalnya jika atmosfer bumi sudah terkikis maka dampak cuaca akan semakin panas dan oksigen yang dihirup manusia akan tercemar. Untuk itu, hemat dalam penggunaan bahan bakar fosil juga akan berdampak baik bagi lingkungan hidup.
2. Menanam banyak pohon
Perkarangan rumah kita pasti masih banyak lahan yang kosong. Untuk itu, tanamilah lahan perkarangan rumah itu dengan pohon. Terserah mau pohon apa, yang terpenting halaman dan perkarangan rumah akan terlihat indah, hijau dan sejuk.
Pohon akan menghasilkan oksigen dan menghisap karbondioksida. Makanya jika kita menanam pohon disekitar kita, udara akan terasa sejuk.
Kita juga bisa membedakan kualitas udara yang ada diperkampungan yang masih hijau dengan udara diperkotaan yang sudah tercemar asap industri. Dengan membedakan dan merasakan kualitas udara dikedua daerah tersebut mana yang menurut kalian lebih berkualitas? Perkotaan atau perkampungan?
3. Hemat Listrik
Listrik juga memakai energy bahan bakar fosil. Di Indonesia mayoritas untuk pembangkit listrik nya masih memakai diesel. Walau tidak semua, ada juga daerah yang sudah menerapkan pembangkit listrik nya bertenaga air, angin, dan panel surya.
Untuk yang masih menggunakan mesin diesel. Diharapkan berhemat dalam menggunakan listrik. Limbah dari pembangkit listrik bertenaga diesel adalah asap. Asap inilah yang akan membuat atmosfer bumi menjadi terkikis dan tercemar.
4. Melakukan Inovasi Terbaru
Melakukan Inovasi terbaru saat ini memang sangat diperlukan. Terlebih dalam bidang energi. Dalam hal ini diharapkan anak-anak muda dan millennial harus mampu menciptakan energi yang baru, serta ramah lingkungan.
5. Mendidik dan Mengedukasi cinta lingkungan sejak dini
Semua kebiasaan dan tingkah laku akan lancar terlaksana jika dilakukan sejak dini. Seperti menanam pohon. Jika kita sebagai masyarakat yang peduli lingkungan  tidak mengajarkan dan mengedukasi adik-adik tentang manfaat menanam pohon dan edukasi tentang menjaaga atmosfer bumi. Maka mereka tidak akan tahu manfaat nya apa dan enggan melakukan nya.
Maka dari itu, ajarilah anak-anak usia dini disekitarmu dan dikeluargamu bagaimana mencintai lingkungan. Agar generasi selanjutnya bisa menghirup udara bumi lebih segar dan tidak tercemar.
Ingatlah suatu program akan tercapai apabila kita mau melakukannya atau sadar untuk melakukannya. Terlebih dalam hal mewujudkan program Net-Zero Emission ini. Kita sebagai makhluk yang mendiami bumi harus menjaga serta merawat tempat yang kita diami. Agar bisa lestari dan bisa dinikmati hingga dimasa depan nanti. Mari bersama-sama kita wujudkan Net-Zero Emission.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI