Mohon tunggu...
Hera Veronica Suherman
Hera Veronica Suherman Mohon Tunggu... Wiraswasta - Pengamen Jalanan

Suka Musik Cadas | Suka Kopi seduh renceng | Suka pakai Sandal Jepit | Suka warna Hitam

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Angkot Tua

18 Agustus 2020   11:25 Diperbarui: 18 Agustus 2020   13:31 97
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Angkot Tua

Melaju di atas aspal yang keras
membelah ruas jalan yang lengang
seiring sepinya penumpang
hanya orang yang lalu lalang

Sesekali sang sopir menepi hentikan kendaraannya di pingiran jalan
seraya melambaikan tangan
ke arah pejalan kaki yang berseliweran

Angkot tua sudah kurang bertenaga
sebab jeroan mesinnya di gerus usia
sehingga mempengaruhi lajunya
spare partnya pun kian langka

Mencarinya di Bursa-bursa Loak
sementara mesin kendaraan kian soak
jalannyapun seperti orangtua yg tersedak
dan terkadang berhenti mendadak

Angkot tua terus dipaksakan bekerja
oleh si empunya melaju di atas jalan mulus
kendati tak semudah dahulu mencari fulus
di tengah lilitan mesin yang telah aus

Angkot tua menjadi Legenda
sisa-sisa Kejayaan Armada lama
yang hingga kini masih tetap ada
meski di tengah jerit pilu sopirnya

Yang seiring perlahan mulai ditinggalkan
oleh penumpangnya beralih ke angkutan Berbasis Aplikator menawarkan sentuhan Modern yang menyaji kemudahan

Ah... Angkot Tua kian tergerus dan terpinggirkan!

***
Hera Veronica
Jakarta | 18 Agustus 2020 | 11:18

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun