Sementara itu di tengah-tengah kesibukannya sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD), La Nyalla berambisi kembali membenahi sepak bola Indonesia.Â
Sosok ini dulu sempat gagal memimpin PSSI secara penuh pada 2015-2016. Periode kepengurusan yang penuh dengan konflik kepentingan yang menyerempet sisi politis masa Menpora Imam Nahrawi.Â
Kini La Nyalla memutuskan kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PSSI. Pengakuannya adalah dirinya merasa terpanggil.Â
Hal itu karena banyak yang mendukung untuk melanjutkan pada yang dulu tertunda. Program yang ditawarkan adalah prestasi Timnas Garuda yang mampu juara pada level Asia.Â
Pembangunan kembali Kantor PSSI yang dulu pernah dibangun La Nyalla di kawasan GBK tapi dibongkar karena saat itu Menpora mau melakukan renovasi Stadion Utama GBK.Â
Memberdayakan Asprov seluruh Indonesia sebagai komponen penting dalam pembinaan pemain usia muda di daerah-daerah. La Nyalla sebagai Ketua DPD merasa memiliki akses ke daerah untuk kepentingan tersebut.Â
Baik Erick maupun La Nyalla, keduanya mendukung kepelatihan Shin Tae yong sebagai pelatih Timnas Garuda.Â
Mereka juga berjanji akan memenuhi segala kebutuhan bagi Timnas Garuda termasuk Training Center yang memenuhi standar International.Â
Kongres Luar Biasa (KLB) pemilihan Ketua Umum PSSI dan Exco akan berlangsung 16 Februari 2023.Â
Menurut Anda, para penggemar setia Timnas Garuda, siapa kira-kira yang layak memimpin PSSI untuk 4 tahun ke depan? Apakah Erick Thohir atau La Nyalla? Bravo Merah Putih.Â
Salam bola @hensa.Â