Itulah yang membuat raksasa Spanyol tersebut bangkit dari ketinggalan untuk memenangkan pertandingan itu. Jika sebuah tim memiliki kinerja bagus, maka tidak mungkin selalu tertinggal gol walaupun pada akhirnya berbalik menang.Â
Bahkan Carra menganggap bahwa Real Madrid tidak sebaik kinerja Chelsea dan Manchester City kendati kedua tim Premier League ini berhasil dikalahkan mereka.Â
Berbeda dengan pendapat Carra, justru Juergen Klopp mengagumi kinerja Real Madrid karena mereka selalu mampu bangkit dari ketertinggalannya menghadapi lawan-lawan mereka.Â
Real Madrid memang unggul pengalaman di kancah kompetisi Liga Champions. Hal itu diakui dengan jujur oleh pelatih Liverpool Klopp yang terpesona dengan cara Madrid menang dalam laga terakhir ketika menyingkirkan Manchester City.Â
"Sekarang kami bermain melawan Real Madrid, yang merupakan tim yang paling berpengalaman di kompetisi ini," ujar Klopp seperti dilansir media Spanyol, Sport.es (25/5).Â
"Saya terpesona dengan cara mereka bermain, bukan saat di depan gawang, tetapi bagaimana menentukan kemenangan," ucap Klopp menyatakan rasa kagumnya seperti dilansir media di atas.Â
Jika Klopp mengagumicara menang yang dilakukan Madrid, maka Carragher justru meragukan cara menang tersebut bisa kembali dilakukan Madrid ketika mereka menghadapi Liverpool.Â
Lain lagi dengan Gary Neville,mantan kapten Manchester United ini memprediksi bahwa Real Madrid unggul terhadap Liverpool untuk memenangkan trofi Liga Champions.Â
Neville menganggap lini tengah Los Blancos lebih unggul dari lini tengah Liverpool. Kunci dari laga ini terjadi pada perebutan lini tengah.Â
Carlo Ancelotti kemungkinan akan menurunkan barisan lini tengah dengan komposisi Luka Modric, Casemiro dan Toni Kroos di final akhir pekan ini.Â
Mereka di back up oleh Federico Valverde dengan peran yang lebih luas dan Eduardo Camavinga yang kemungkinan sebagai pengganti dari bangku cadangan. Strategi ini sudah terbukti berhasil saat mereka menghadapi City dan Chelsea.Â