Mohon tunggu...
AKIHensa
AKIHensa Mohon Tunggu... Penulis - PENSIUNAN sejak tahun 2011 dan pada 4 Mei 2012 menjadi Kompasianer.

KAKEK yang hobi menulis hanya sekedar mengisi hari-hari pensiun bersama cucu sambil melawan pikun.

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Pilihan

Kenal Lebih Dekat dengan "Mojang Bandung" Peraih Medali Perdana di Olimpiade Tokyo 2020

24 Juli 2021   17:55 Diperbarui: 24 Juli 2021   18:29 421
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Windy Cantika Aisah meraih medali perdana untuk Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 dari cabang Angkat Besi (Foto AFP/Vincenzo Pinto)

Sejarah Olimpiade kembali ditorehkan oleh cabang angkat besi kali ini terjadi di Olimpiade Tokyo 2020. Lifter muda usia, Windy Cantika Aisah berhasil mempersembahkan medali perdana bagi Kontingen Indonesia. 

BACA JUGA : Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 dengan Nuansa Berbeda dan Medali Perdana Indonesia

Momen meraih medali perdana berupa perunggu diajang Angkat Besi kelas 49 kg tersebut adalah sejarah bagi gadis cantik mojang asal Bandung itu. Prestasinya bisa menjadi inspirasi bagi atlet lainnya dalam berjuang merebut medali di Olimpiade Tokyo 2020. 

Prestasi ini merupakan gambaran dari generasi milenial yang memiliki rasa cinta kepada Tanah Air. Gadis muda yang sudah banyak mengorbankan masa remajanya untuk terus berlatih mempersembahkan kehormatan prestasi bagi Negaranya. 

Gadis belia kelahiran Bandung, 19 tahun lalu tersebut sebelumnya menghadapi berbagai kejuaraan yang dilaluinya untuk dapat lolos ke Olimpiade 2020 yang berlangsung di Tokyo pada 23 Juli 2021 sampai dengan 8 Agustus 2021. 

Windy Cantika Aisah lahir di Bandung 11 Juni 2002. Lifter muda yang seringkali dianggap sebagai penerus lifter Sri Wahyuni Agustiani yang juga mempersembahkan medali di Olimpiade sebelumnya. 

Darah atlet angkat besi Windy Cantika Aisah ternyata turun dari sang ibunda yaitu Siti Aisyah. Ibunda Windy adalah atlet yang berhasil meraih medali perunggu pada kejuaraan dunia angkat besi tahun 1998. 

Prestasi cemerlang Windy sebelumnya sudah ditorehkan ketika dia masih berusia 17 tahun. Pada SEA Games 2019 lalu, dara asal Kabupaten Bandung itu sukses mempersembahkan medali emas untuk Indonesia pada gelaran olahraga terbesar di Asia Tenggara. 

Menyaksikan perjuangan gadis muda mojang Bandung ini benar-benar sangat mengharukan. Menurut situs resmi Olimpiade, Olimpics.com(24/7/210, pada angkatan clean and jerk, Windy berhasil mengejutkan penonton karena mampu mengangkat beban 108 Kg. 

Dengan hasil tersebut total angkatan yang diraih Windy secara keseluruhan yakni 194 kg. Saat angkatan snatch, Windy kalah dari lifter India Chano Mirabai dan lifter China, Hou Zhihui. Windy hanya berhasil mencatatkan 86 Kg pada saat Snatch. 

Catatan total angkatan yang dicapai Windy lebih baik dibandingkan upaya total angkatan 181 kg milik lifter asal Taiwan, Fang Wan-ling, yang menempati posisi keempat. 

Peraih medali emas SEA Games 2019 ini hanya kalah dari wakil China, Zhihui Hou yang berhasil meraih medali emas, dan wakil India, Chanu Saikhom Mirabai yang berhasil meraih medali perak. 

Zhihui Hou dari Republik Rakyat China meraih medali emas Olimpiade pertama dalam karirnya saat ia menunjukkan bentuk fenomenalnya di kelas 49 kg putri. 

Atlet China ini juga mencetak rekor Olimpiade. Untuk putaran snacht Hou mengangkat 94 kg dan untuk putaran clean and jerk dengan mengangkat 116kg. Berhasil meraih dengan total 210kg, sehingga merupakan rekor Olimpiade baru. 

Bagi Windy Cantika yang melakukan debutnya di ajang Olimpiade dalam usia 19 tahun, hasil ini merupakan catatan yang paling berkesan. Torehan ini melanjutkan tradisi medali Olimpiade di cabang angkat besi tak pernah putus sejak Olimpiade Sydney 2000. 

Windy Cantika menorehkan jumlah angkatan terbaik sepanjang kariernya seperti dilansir laman resmi Federasi Angkat Berat Internasional, IWF.sport (24/7/21). 

Raihan total angkatan Windy pada Olimpiade Tokyo 2020 dengan total 194 kg, melebihi catatan total 191 kg yang sebelumnya dibukukan diajang Kejuaraan Dunia Junior Angkat Berat 2021 di Tashkent, Uzbekistan pada bulan Mei yang lalu. 

Saat itu Windy sukses memperoleh medali emas di nomor 49 kg putri mengalahkan pesaingnya, Mihaela Valentina asal Romania dan Zhatkina Elizavita asal Rusia. Dengan rekor angkatan yang sama, Windy juga memegang catatan angkatan terbaik di kelas 49 kg putri bagi Indonesia sejak Olimpiade Helsinki 1952. 

Prestasi Windy di Olimpiade Tokyo 2020, menambah daftar prestasinya. Sebelumnya Windy juga meraih medali emas pada ajang SEA Games 2019. 

Pada tahun 2020 juga meraih prestasi merebut juara diajang Asian Junior Championship pada Februari 2020 dengan total angkatan 185 kg. Pencapaiannya menurun dari yang pernah diraih di SEA Games 2019 dengan total angkatan 190 kg. 

Dalam laman Federasi Angkat Berat Asia (AWF) AWFederation.com (12/6/20), Windy Aisah juga memperoleh penghargaan sebagai atlet putri terbaik di Kejuaraan Junior Angkat Berat Asia 2020. 

Selamat untuk Windy Cantika Aisah atas prestasi yang sangat mebanggakan ini. Usia masih muda dan ini bukan olimpiade yang terakhir. Masih menunggu ajang olimpiade-olimpiade berikutnya di masa datang. Tahun 2024 sudah menunggu Olimpiade Paris.

Bravo Indonesia @hensa 

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Olahraga Selengkapnya
Lihat Olahraga Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun