Mohon tunggu...
AKIHensa
AKIHensa Mohon Tunggu... Penulis - PENSIUNAN sejak tahun 2011 dan pada 4 Mei 2012 menjadi Kompasianer.

KAKEK yang hobi menulis hanya sekedar mengisi hari-hari pensiun bersama cucu sambil melawan pikun.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Jelang Juventus Vs Lyon, Ronaldo Marah dan Rasa Cemas Maurizio Sarri

7 Agustus 2020   18:20 Diperbarui: 13 Agustus 2020   06:23 150
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cristiano Ronaldo, Juventus (Foto Skysports.com) 

Sepanjang pekan ini staf medis terlibat langsung menangani Dybala. Sedangkan Cuadrado sudah hadir dalam latihan namun belum tentu diturunkan dalam laga nanti.

Selain kendala pemain cedera suasana dalam tim juga kurang kondusif. Dilansir Daily Mail.co.uk (6/8/20), Cristiano Ronaldo dikabarkan marah karena tidak dipilih sebagai pemain terbaik Serie A. Gelar ini diraih Paulo Dybala, rekannya di Juventus.

Ronaldo harus menerima kenyataan tersebut walaupun Dybala meraih gelar MVP Serie A meski mencetak 20 gol, lebih sedikit dari Ronaldo.

Selain itu Ronaldo juga harus kehilangan kesempatan untuk meraih sepatu emas Eropa kelima kalinya. Karena koleksi golnya hanya 31 gol, kalah banyak dari Ciro Immobile, pemain Lazio.

Immobile meraih sepatu emas tersebut dengan 36 gol menyingkirkan Robert Lewandowski, Bayern Munich yang mengoleksi 34 gol. 

Sesungguhnya performa Ronaldo juga tidak terlalu mengesankan selama berlaga di Serie A. Performanya tergolong biasa saja bersama pelatih Maurizio Sarri musim ini. 

Ronaldo dan Sarri (Foto Getty Images)
Ronaldo dan Sarri (Foto Getty Images)

Sementara itu Rudi Garcia, pelatih Lyon memiliki motivasi tinggi untuk skuadnya. 

"Kami sangat senang bisa bermain di pertandingan ini dan sangat termotivasi oleh prospek mencapai perempat final." Kata Garcia dilansir UEFA.com (6/8/20). 

Kendati demikian Garcia mengakui bahwa Juventus memiliki banyak pemain hebat. Dia juga datang ke Turin ini dengan banyak kerendahan hati, tetapi juga banyak ambisi. 

Sebelumnya Lyon harus mengalami kekalahan dalam final Piala Liga melawan PSG. Itu menjadi pelajaran berharga dan secepatnya harus mengalihkan fokus mereka ke laga lawan Juventus. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun