Mohon tunggu...
Hendra Fokker
Hendra Fokker Mohon Tunggu... Guru - Pegiat Sosial

Buruh Kognitif yang suka jalan-jalan sambil mendongeng tentang sejarah dan budaya untuk anak-anak di jalanan dan pedalaman. Itu Saja.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Sanggar Betawi H. Nirin Kumpul Hadapi Modernisasi Budaya

28 Juli 2024   05:30 Diperbarui: 28 Juli 2024   06:47 127
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sanggar seni H. Nirin Kumpul/Mak Manih, bertahan menembus modernisasi budaya (Sumber: dokumentasi pribadi)

Sanggar H. Nirin Kumpul Lestarikan Budaya Betawi

Sanggar seni Betawi yang didirikan oleh keluarga H. Nirin Kumpul ini terletak di daerah Pekayon, Jakarta Timur. Tak jauh dari Setu Babakan, yang ikonik dengan kawasan wisata budaya Betawi.

H. Nirin Kumpul, yang dahulu terkenal melalui sinetron Pepesan Kosong, kiranya telah memberikan warisan budaya yang luar biasa. Semua keluarga besarnya, konsisten dalam upaya menjaga budaya Betawi agar tetap jadi primadona bagi generasi muda.

Aktivitas sanggar seni H. Nirin Kumpul/Mak Manih (Sumber: dokumentasi pribadi)
Aktivitas sanggar seni H. Nirin Kumpul/Mak Manih (Sumber: dokumentasi pribadi)

Termasuk anak-anak H. Nirin Kumpul; Ucup Nirin dan Mpok Linda, yang memang dikenal sebagai pegiat seni Betawi. Namun, bukan sekedar seni tari, juga seni peran/lenong maupun seni musik tradisional Betawi.

Aktivitas latihan tari Betawi di sanggar, nyaris tidak pernah sepi pengunjung. Baik yang hendak berlatih, maupun sekedar melihatnya secara langsung. Termasuk dengan sosialisasi yang masif dilakukan di berbagai media digital.

Tanpa harus menutup dengan perkembangan modernisasi. "Kolaborasi melalui seni kontemporer bisa diadaptasi dan dikembangkan tanpa meninggalkan ciri khas dari sebuah tariannya," terang Zahwa, salah satu kerabat H. Nirin Kumpul.

Ada semangat yang luar biasa dalam upaya menjaga kelestarian budaya Betawi. Karena tidak hanya di sanggar anak-anak dan kerabat H. Nirin Kumpul mengajarkan seni tari, melainkan pula di beberapa sekolah tingkat dasar hingga atas.

Kiranya, masih banyak seniman-seniman muda yang konsisten menjaga budaya daerahnya masing-masing. Walau kerap tersisih oleh realita modernisasi budaya. Namun, upaya menjaga budaya sudah seharusnya menjadi tugas semua anak bangsa.

Bukan sekedar bagi mereka yang peduli. Pun dengan kita yang sadar akan realita budaya modern, tanpa harus melupakan budaya bangsanya sendiri. Semoga bermanfaat, dan terima kasih.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun