Jadi kalau masih sekadar mengajukan judul dan belum jalan, tak usah berharap mendapatkannya. Pasti ditolak. Beda jika si mahasiswa menulis karyanya menuju pada bab pembahasan. Sedikit lagi pada bagian penutupnya. Kemungkinan besar akan di-ACC.
3. Jangan minder
Kalaupun persaingan lewat jalur nilai akademis dinilai terlalu tingi potensi penolakannya, carilah beasiswa yang prioritasnya lain. Sesuaikan saja dengan kemampuan non-akademisnya.
Bisa pula mengikuti beasiswa yang diberikan oleh jalur komunitas atau organisasi. Tetapi khusus yang satu ini, biasanya melalui orang tua. Kalau mereka mengikuti sebuah organisasi dan di dalamnya ada program pemberian beasiswa, kebanyakan jalannya lebih mudah dan terbuka.
Mengincar Beasiswa
Mendapatkan beasiswa ikatan dinas, tentu lebih enak. Lulus sekolahnya, langsung mendapatkan pekerjaan. Wow, siapa yang tak mau....
Angan-angan mendapatkan beasiswa seperti itu, tentu harus diimbangi dengan kemampuan yang seimbang, sesuai prasyarat yang sudah ditetapkan dari pemberi beasiswa.
Namun kalau itu tak berhasil didapatkan, jangan lantas kecewa. Banyak jalan dan peluang. Tinggal kita bisanya memanfaatkan jalur yang seperti apa.
Ada penyedia beasiswa yang memberikan beasiswa pendidikan itu hanya sekali dalam masa studi. Ada pula yang bisa diperpanjang kembali pada semester-semester ke depannya.Â
Jadi sampai lulus mendapatkan beasiswa yang sama, juga tak masalah. Walaupun mungkin secara jumlah tak besar. Ketimbang mengincar beasiswa yang jumlah pemberiannya besar namun hanya sekali waktu tertentu.
Sebagai catatan penutup, kalau adik-adik yang sekarang ini sedang mencari beasiswa, jangan sampai kendor dalam belajarnya. Merasa sudah ada yang membiayai, jadi tak perlu giat lagi.