Mohon tunggu...
hendra setiawan
hendra setiawan Mohon Tunggu... Freelancer - Pembelajar Kehidupan. Penyuka Keindahan (Alam dan Ciptaan).

Merekam keindahan untuk kenangan. Menuliskan harapan buat warisan. Membingkai peristiwa untuk menemukan makna. VERBA VOLANT, SCRIPTA MANENT.

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Hati yang Gembira adalah Obat

9 Juli 2021   18:00 Diperbarui: 9 Juli 2021   19:35 1184
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

 

Saya tak terlalu ingat kapan kali pertama nonton film di layar kaca yang berjudul Patch Adam. Ini adalah film yang diangkat dari kisah nyata seorang bernama Hunter Adams. Kalau melihat rilis tahunnya adalah 1998. Sudah lama memang, tapi nilai cerita ini amat menarik.

Calon dokter itu memiliki keyakinan bahwa tidak semua penyakit selalu dapat disembuhkan di meja operasi dan dengan bantuan obat-obatan. Ia mempunyai sebuah metode penyembuhan lewat humor dan tawa. Membuat pasien bergembira, sejenak lupa pada sakitnya, bisa menjadi alternatif pengobatan.

***

Memasuki bulan Juli ini, entah mengapa banyak kisah yang mendarat di media sosial pertemanan yang kesannya "menyeramkan". Hampir setiap hari postingan "Saya, saudara saya, teman saya" kena covid, terpapar, ... terus bermunculan. Bergantian satu demi satu.

Ada yang minta bantuan doa, butuh info donor golongan darah tertentu, pengisian oksigen, obat-obatan, dan macam-macam. Tentu yang lebih menyedihkan adalah soal "Berita Duka". Kabar ini lebih mendominasi dibandingkan dengan status yang mengabarkan pemulihan kesehatan atau kesembuhan.

Jadi kalau dipersentasekan, kabar yang tidak membahagiakan lebih banyak daripada yang menyenangkan. Nah, kalau terus-menerus seperti ini, tentu lambat-laun juga bisa jadi stres sendiri membacanya.

***

Belum lagi kalau secara fisik terdekat; ada saudara, dari lingkungan keluarga, tetangga sekitar yang sama-sama secara positif juga terdengar kabarnya. Tambah pusing memikirkannya lagi.

Bagaimana bisa tenang? Justru yang sedang sehat ini jadi ketar-ketir. Tambah ekstra waspada dan lebih berhati-hati.

Malah yang terpapar, yang OTG, yang tidak atau belum memeriksakan diri ke laboratorium atau tes swab, merasa 'tenang dan nyaman'. Seolah tidak ada apa-apa.

Nah, bagaimana tidak cemas dengan kondisi seperti ini? Bagaimana kondisi psikologis tahan menghadapinya?

***

Mereka yang bisa menghadapi dengan tenang, lebih mudah untuk menjinakkan rasa cemas. Tapi bagaimana dengan --kebanyakan orang tua (lansia)- yang tak bisa menerima begitu saja dengan mudahnya.

Cara atau langkah terbaik jika tinggal bersama dengan orang seperti ini adalah tentu berusaha untuk memberikan pemahaman yang baik dan cara yang tepat. Boleh takut dan cemas. Boleh khawatir, tapi jangan sampai berlebihan. Itu sangat tidak dianjurkan.

Maka, jika kondisi lingkungan sudah seperti ini, mau tak mau selain tetap menerapkan protokol kesehatan, juga meningkatkan imun dalam tubuh. Salah satunya tetap membawa hati dalam kondisi bahagia.

Tidak saja tubuh yang memerlukan asupan makanan bergizi, istirahat cukup, serta olahraga yang memadai. Tetapi kalau pikirannya sendiri tetap dibayangi rasa cemas atau takut, ya sama saja...

***

Mengutip saran dari layanan promkes kemkes (promosi kesehatan kementerian kesehatan), cara bijak untuk mengelola kecemasan ini adalah dengan membuat hati gembira. Sebab hati gembira adalah obat.

Adapun manfaat kegembiraan terhadap kesehatan tubuh itu antara lain adalah:

1. Meredakan Respon Stres

Rasa gembira menekan energi negatif sehingga meningkatkan energi positif dalam membantu mengurangi gejala stres.

2. Mengurangi Rasa Sakit

Tertawa mampu menekan rasa sakit dan meningkatkan kemampuan organ tubuh untuk melawan rasa sakit.

3. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Selalu berpikir positif mampu menekan pikiran yang bersifat negatif. Jadi supaya pertahanan tubuh tidak lemah, maka tertawalah.

4. Menstimulasi Organ Tubuh

Tertawa mampu meningkatkan fungsi organ tubuh kita.

5. Suasana Hati yang Baik

Kunci keberhasilan hidup diawali dengan senyum yang tulus dari dalam hati.

Selamat menjaga kesehatan diri. Tetap buatlah hati kita bahagia...

9 Juli 2021

Hendra Setiawan

*) Sumber bacaan: promkes-kemkes


**) Sebelumnya:  Juli, Jangan Membuat Sedih

      (Artikel Utama):  Niat Berbuat Baik, Endingnya Malah Jadi Tidak Baik


Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun