Dentang waktu berlalu saat aku melihat kerlip bintang di langit, tak beranjak dari tempatku berdiri
Begitu getir aku memandang kerlapmu, padahal di hati ini gelisah yang merayapi diri sampai aku lelah
Lelah menjerat dalam pilunya hidup dan berakhir dalam kelamnya dosa
tapi aku seperti tak peduli lagi, semua sudah tersembunyi dalam hati yang  menutup dari kebenaran
Sampai takdir ku telah sampai , hanya desah lara yang bercokol dalam kalbu yang sudah ternodai
Duka
Lara
Perih
Semua itu merasuk dan mengembun ke atas  dan bergema di hati seperti suara-suara yang memanggilku untuk kembali padaNya
Getir yang kualami seperti mengendap dalam sudut hatiku, ingin kubuang semua lara ini dan sudah kering air mataku untuk menangis lagi, aku tak mungkin lagi menangis
Aku harus kembali padaNya, membuka gerbang hatiku untuk menerima kembali cintaNya agar aku bisa memiliki cintaNya lagi
Sujudku tuk mohon ampunan dosa terus kulantunkan sampai kutahu dosaku Kau hapus dan aku akan lahir kembali jadi insan yang melebur dalam gumpalan cintaNya.
Cirebon,29 Otober 2020
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI