Â
   Â
 "Kopi satu." Surti kemudian mulai melayani pembelinya di warung kopi miliknya. Warung kopinya ada di tepi jalan raya. Lumayan laris. Dari pagi Surti sudah berjualan sampai menjelang magrib. Hasilnya sih belum mencukupi, dan Agus anak tertuanya membantunya mencari uang tambahan untuk adik-adiknya bisa sekolah. Sungguh Surti bersyukur memiliki Agus yang mau berkorban untuk adik-adiknya. Setelah suaminya meninggal karena kecelakaan kerja , Surti harus banting tulang untuk menghidupi keluarganya.
 "Sudah tahu di daerah Poncal banyak begal sekarang,"tukas bang Aki.
 "Iya, semakin merajalela , hampir setiap hari ada saja kasus begal di daerah sana,"tukas bang Bahrun.
"Lebih baik menghindar jalan tersebut."
 "Gimana bisa , itu satu-satunya jalan menuju kota Cianjur."
"Lapor sama polisi," sahut pelanggan yang lain.
"Katanya sih sudah banyak yang lapor tapi belum ada tindakan ,"keluh bang Aki.
"Jadi kudu pasrah saja ini?"tanya bang Ali.
 "Nih, kopinya. Mau gorengan?" tanya Surti. Bang Ali mengangguk setuju. Benar-benar berita tentang begal sudah ramai dibicarakan. Termasuk di warung Surti.