Psikologi kerekayasaan
1.Analisis waktu dan gerak
Pendahulu yang lain ialahgilberth dengan therblig-nya (symbol-simbol dari berbagai macam gerak) yang diciptakan dalam rangka kajian atau analisis waktu dan gerak
Dengan menganalisis gerak tangan dan lengan dari tukang pasang batu tembok giberth mengurangi gerak yang tidak perlu dan berhasil meningkatkan pemasangan batu bata tembok dalam satu jam dari 120 batu bata sampai 350 batu bata.
Melalui analisis waktu dan gerak giberth dan rekan-rekan nya sampai pada penyederhanaan kerja dan pembekuan kerja.
2.Kondisi kerja
Lingkungan kerja fisik mencakup setiap hal dari fasilitas parker diluar gedung perusahaan. Lokasi dan rancangan gedung sampai jumlah cahaya dan suara yang menimpa meja kerja atau ruang kerja seorang tenaga kerja.
3.Konsdisi lama waktu kerja
Jumlah jam kerja dalam satu minggu, di Indonesia, pada umumnya 40 jam. Ada organisasi-organisasi kerja yang membagi 40 jam kerja kedalam 6 hari kerja, ada yang membaginya 5 hari kerja (setiap hari kerja bekerja selama 8 jam kerja)
4.Kerja pro waktu tetap
Beberapa dasawarsa yang lalu mulai tampak adanya kecendrungan dari tenaga kerja, yang makin lama makin meningkat, untuk bekerja sebagai pekerja prowaktu tetap. Mereka biasanya bekerja selama 20 jam per minggu kerja kalau pada waktu 1963 10% dari angkatan kerja di amerika serikat bekerja pro waktu, maka pada waktu 1980 presentase menaik jadi lebih dari 15% atau kira-kira lebih 1 juta tenaga kerja.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H