Tapi itu tidaklah seburuk pertandingan-pertandingan beruntun Liverpool; yang tidak pernah menang. Penampilan Bakriyadi di CiWalk meninggalkan kesan yang dalam. Bagaimana tidak, ia tampil sangat pecah. Penonton sampai komika senior terhibur. Barangkali juri lupa atau kehilangan form penilaian Bakriyadi sehingga ia tidak diloloskan.
Pada pengujung tahun ini, Bakriyadi seperti lolos verifikasi. Ia kembali ada di kompetisi stand-up comedy terbesar: Liga Stand-up di Kompas TV. Bersama ketiga komika Bogor (dua di antaranya yang juga ikut di Street Comedy 4); Fajar Nugra, Fazarwarmit, dan Koide Namizo. Di Putaran awal, mereka bertemu dengan komunitas Stand-up Jogja dan menang telak dengan skor: 7 - 1. Yang lebih menarik, Bakriyadi memecahkan rekor di kompetisi itu dengan 44 ketawa kurang dari 5 (lima) menit. Jika cara penghitungan komika profesional itu 1 (satu) 4 (empat) kali ketewa, maka Bakriyadi melebihi itu. Eh, saya yang berlebihan barangkali.
Hari jumat ini, Stand-up Indo Bogor akan bertemu dengan Stand-up Indo Padang (Padang). Entah apa lagi yang diperbuat oleh Bakriyadi. Yang jelas Padang adalah kampung halamannya, karena di Bogor ia hanya sedang main. Main ke Taman Safari, mahal. Main ke Kebun Binatang, mahal. Mungkin yang murah di negeri ini cuma kejujuran.
Palmerah Barat, 27 November 2014
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H