Mohon tunggu...
Hanifah Callysta
Hanifah Callysta Mohon Tunggu... Lainnya - Pelajar

Namaku Hanifah Callysta. Aku biasa dipanggil Hani. Umur ku 14 tahun

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Renungan Daku

22 Mei 2024   10:57 Diperbarui: 22 Mei 2024   11:01 51
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Renungan Daku

Seorang ibu terduduk di pondok kayu suatu sore di tepi sawah, ditemani anaknya yang sudah mapan dan berkeluarga.

Sang ibu bertanya, "Itu hewan apa yang berdiri di sana, Nak?"

Anaknya menjawab dengan sopan , "burung bangau ibu"

Tak lama kemudian sang ibu bertanya lagi, "Itu yang warna putih burung apa?"

Sang anak kembali menjawab, "burung bangau Ibu"

Kemudian ibunya kembali bertanya, "Lantas itu burung apa?" Ibunya menunjuk burung bangau tadi yg sedang terbang.

Dengan nada sedikit kesal si anak menjawab, "Ya bangau ibu...! Memangnya ibu gak liat dia terbang?! Ibu ini bagaimana sih kan sama saja ibu...!!

Air menetes dari sudut mata sang Ibu sambil berkata pelan, "Dulu, 25 tahun yang lalu ibu memangku mu dan menjawab pertanyaan yang sama untukmu sebanyak 10 kali. Dan itu bukanlah masalah bagi ibu. 

Sedangkan saat ini aku hanya bertanya 3 kali, tapi kau membentak ku 2 kali."

Si anak terdiam, dan memeluk ibunya, yang menangis lesu. 

Teman-teman pernahkah kita memikirkan apa yang telah diajarkan oleh seorang ibu kepada kita?

Sayangilah ibu kita dengan sungguh-sungguh karena surga berada di telapak kaki Ibu. Mohonlah ampunan jika kita pernah menyakiti hati ibu.

Pernahkah kita ngomelin dia? Pernah!

Pernahkah kita cuekin dia? Pernah!

Pernahkah kita memikirkan apa yang dia pikirkan? Enggak!

Sebenarnya apa yang dia pikirkan? 'Takut' (Takut tidak bisa melihat kita senyum, nangis atau ketawa lagi. Takut tidak bisa mengajar kita lagi).

Karena ibu akan selalu menyayangi kita, dan selalu menganggap kita anak kecil tanpa dosa yang ia timang seperti dahulu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun