Â
1. Hakeket Pengendalian Intern
Pengendalian internal yang efektif dapat mengurangi bukti audit yang direncanakan dalam audit atas laporan keuangan. Pengendalian internal juga bisa menumbulkan salah saji material dalam laporan keuangan.
2. Konsep Pengendalian Intern
Untuk mendukung penilaian atas komponen resiko pengendalian dari model resiko audit, auditor harus memahami pengendalian internal dan mengumpulkan bukti untuk mendukung penilaian tersebut. Konsep pengendalian intern adalah tugas-tugas perencanaan audit seperti menerima klien dan melaksanakan perencanaan awal, memahami bisnis dan industri klien, menilai resiko bisnis klien, melaksanakan prosedur analitis pendahuluan, menetapkan materialitas dan menilai resiko audit yang dapat diterima serta resiko inhern, memahami pengendalian internal dan menilai resiko pengendalian, mengumpulkan informasi untuk menilai resiko kecurangan dan mengembangkan rencana audit serta program audit secara keseluruhan.
Pengendalian internal membahas bagaimana auditor perusahaan publik memadukan bukti guna menyediakan dasar bagi laporannya mengenai keefektifan pengendalian internal atas pelaporan keuangan dengan penilaian resiko pengendalian dalam audit atas laporan keuangan.
3. Tujuan Pengendalian Intern
Manajemen memiliki tiga tujuan umu dalam merancang sistem pengendalian internal secara efektif:
- Reliabilitas pelaporan keuangan adalah untuk memenuhi tanggung jawab laporan keuangan tersebut.
- Efisiensi dan efektivitas operasi untuk keperluan pengambilan keputusan.
- Ketaatan pada hukum dan peraturanÂ
4. Tanggung Jawab Manajemen Dan Auditor Atas Pengendalian Internal
Manajemen bertanggungjawab untuk menetapkan dan menyelenggarakan pengendalian internal entitas. Manajemen diharuskan oleh Section 404 untuk melaporkan secara terbuka tentang keefektifan pelaksanaan pengendalian. Ada 2 konsep utama yang melandasi perancangan dan implementasi pengendalian internal- kepastian yang layak dan keterbatasan inhern.
- Kepastian yang layak, hanya memberikan kemungkinan yang kecil saja bahwa salah saji yang material tidak akan tercegah atau terdeteksi secara tepat waktu oleh pengendalian internal.
- Keterbatasan inhern, pengendalian internal tidak akan pernah bisa efektif 100%, tanpa menghiraukan kecermatan yang ditetapkan dalam perancangan dan implementasinya.
5. Memperoleh dan Mendokumentasikan Pemahaman Tentang Pengendalian Internal
Proses untuk memahami pengendalian internal dan menilai resiko pengendalian ada beberapa tahap yaitu:
Tahap 1 : memperoleh dan mendokumentasikan pemahaman tentang pengendalian internal: rancangan dan operasi.
Tahap 2 : menilai resiko pengendalian
Tahap 3 : merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pengujian pengendalian
Tahap 4 : memutuskan resiko deteksi yang direncanakan dan pengujian substantif.
6. Menilai Resiko Pengendalian
Penilaian pendahuluan atas resiko pengendaian adalah bagian dari penilaian resiko salah saji yang material secara keseluruhan. Penilaian ini merupakan ukuran ekspektasi auditor bahwa pengendalian internal akan mencegah salah saji yang material atau mendeteksi dan mengoreksinya jika salah saji itu sudah terjadi.
Matriks resiko pengendalian untuk membantu proses penilaian resiko pengendalian.
Mengidentifikasi tujuan audit , yang pertama yaitu mengidentifikasi untuk kelas transaksi, saldo akun, serta penyajian dan pengungkapan yang akan dinilai.
Mengidentifikasi pengendalian yang ada, auditor juga akan terbantu jika menggunakan kelima aktivitas pengendalian sebagai tanda mata pengendalian.
7. Pengujian Pengendalian
Penilaian resiko pengendalian mengharuskan auditor mempertimbangkan perancangan dan pelaksanaan pengandalian untuk pelaksanaan pengendalian untuk mengevaluasi apakah pengendalian itu efektif dalam memenutujuan audit yang terkait.
8. Memutuskan Resiko Deteksi Yang Direncanakan Dan Merancang Pengujian Suntantif
Auditor menggunakan penilaian resiko pengendalian dan hasil pengujian pengendalian untuk menentukan resiko deteksi yang direncanakan serta pengujian subtantif terkait untuk audit atas laporan keuangan. Tingkat resiko deteksi yang tepat untuk setiap tujuan audit yang berhubungan dengan saldo kemudian diputuskan dengan menggunakan model resiko audit.
9. Pelaporan Pengendalian Internal Menurut Section 404
Berdasarkan penilaian dan pengujian auditor atas pengendalian internal auditor diharuskan oleh UU Sarbanes-Oxley untuk menyusun laporan audit mengenai pengendalian internal atas pelaporan keuangan.
Laporan audit mengenai pengendalian internal harus mencakup 2 pendapat auditor :
- Pendapat auditor mengenai apakah penilaian menejemen terhadap keefektifan pengendalian internal atas pelaporan keuangan per akhir periode fiskal telah dinyatakan secara wajar dalam semua hal yang material.
- Pendapat auditor mengenai apakah perusahan telah menyelenggarakan dalam semua hal yang material, pengendalian internal yang efektif atas pelaporan keuanga per tanggal yang disebutkan.
10. Mengevaluasi, Melaporkan Dan Menguji Pengendalian Internal Untuk Perusahaan Nonpublik
Bagian yang akan mengidentifikasi dan membahas perbedaan paling penting dalam mengevaluasi, melaporkan, dan menguji pengendalian internal untuk perusahaan nonpublik.
- Persyaratan pelaporan.
- Luas pengendalian internal yang disyaratkan
- Luas pemahaman yang diperlukan
- Menilai resiko pengendalian
- Luas pengujian pengendalian yang diperlukan
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI