Mohon tunggu...
Halima Maysaroh
Halima Maysaroh Mohon Tunggu... Guru - PNS at SMP PGRI Mako

Halima Maysaroh, S. Pd., Gr. IG/Threads: @hamays_official. Pseudonym: Ha Mays. The writer of Ekamatra Sajak, Asmaraloka Biru, Sang Kala, Priangga, Prima, Suaka Margacinta, Bhinneka Asa, Suryakanta Pulau Buru

Selanjutnya

Tutup

Diary

November dan Ulang Tahun ke-34: Persiapan Jelang Kepala 4

4 November 2022   17:21 Diperbarui: 4 November 2022   17:26 180
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Istilah "Nikmati masa mudamu" yang sering disalah maknai oleh kaum muda. Menikmati masa muda dengan hura-hura, pergaulan tanpa Batasan, menggunakan uang orang tua sesuka hati dan banyak makna negatif lainnya dari istilah "menikmati" tersebut.

Istilah "Nikmati masa mudamu" yang sering disalah maknai oleh kaum muda. Menikmati masa muda dengan hura-hura, pergaulan tanpa Batasan, menggunakan uang orang tua sesuka hati dan banyak makna negatif lainnya dari istilah "menikmati" tersebut.

Padahal masih banyak cara positif untuk menikmati masa muda yang tidak akan pernah terulang kembali. Mengenyam Pendidikan dan meniti karir tentu ideal dimulai sejak usia muda. Muda rebahan lalu ingin serta-merta masa tua menjadi sultan. Apakah mengenyam Pendidikan dan meniti karir itu bukan cara menikmati masa muda? Tentu ini persepsi yang keliru, sungguh nikmat masa-masa itu.

Bagaimana dengan usia yang sudah kepala 3 dan menjelang kepala 4 tetapi masih merasa muda? Jiwanya tak kunjung tua. Hahaha. Justru jiwa muda yang dimiliki ini sangat baik untuk tetap bersemangat menyiapkan segalanya jelang usia kepala 4. Usia seperti ini bukan lagi berbicara soal masa depan karena saat inilah masa depan dari masa lalu kita. Apa yang kita perjuangkan di masa lalu, dijadikan persiapan saat ini untuk menua nanti.

November 2022, saya tepat berusia 34 tahun. Apa saja yang perlu disiapkan untuk menghadapi usia kepala 4? Yuk simak!

Kediaman/Rumah

Rumah/timpat tinggal adalah kebutuhan pokok setiap manusia. Usia 25 sampai 30-an adalah usia ideal untuk menabung mempersiapkan pembangunan rumah pribadi. Sekaya apapun orang tua yang mampu menampung Anda tinggal saat ini, bukan berarti Anda harus menanti warisan rumah orang tua. Apakah rumah warisan orang tua kelak diharapkan, akan diwariskan kembali kepada anak-anak? Tentu tidak, sudah tentu Anda berharap anak-anak sukses dan memiliki rumah-rumah pribadi pula. Mengapa tidak dimulai dari diri Anda sekarang?

Kebanyakan orang yang sudah berada dalam zona nyaman, akan lalai untuk memikirkan soal rumah. Misalnya orang yang nyaman dengan fasilitas dari orang tua, orang yang tinggal di kontrakan, orang yang tinggal di rumah dinas dan lain sebagainya. Akan terasa sulit ketika menjelang usia kepala 4 dan belum memiliki rumah pribadi untuk bernaung.

Saya pribadi menabung pembangunan rumah sejak usia 19 tahun, dan rumah pertama berdiri di usia 25 tahun. Kemudian 8 tahun berikutnya menabung kembali karena pindah tugas kedinasan, dan membangun rumah kembali di usia jelang 34 tahun. Ini semua demi masa tua (usia kepala 4) tak dipusingkan lagi dengan soal kediaman.

Mengembangkan Karir

Bicara soal karir, tak ada selesainya hingga pensiun atau bahkan sampai wafat. Akan tetapi, usia jelang kepala 4 adalah saatnya mematangkan karir dan menikmati hasil jerih payahnya. Walau meniti karir tak ada batas usia tertentu tetapi alangkah indahnya jika soal karir/pekerjaan tetap sudah disiapkan sejak usia muda. Setidaknya, jelang kepala 4 sudah ada buah manis yang dipetik dari hasil menanam karir. Tinggal karir lanjutan diusahakan di usia matang agar karir semakin matang pula. Atau bahkan karir semakin berkembang dan memperluas jalan kesuksesan.

Jika usia kepala 4 baru tergugah untuk memulai suatu karir bisa jadi sudah sangat tertinggal jauh. Namun bukan berarti harus menyerah, bagi yang baru memulai karir, mulailah! Toh tak ada patokan batas usia memulainya, hanya saja jangan heran jika seseketika Anda akan menyesal menghabisakan waktu muda untuk berfoya ria dan tidak memulai mengasah minat dan bakat demi karir.

Investasi

Pada usia 30 tahun ke atas, investasi harus sudah dimiliki. Entah itu harta bergerak yang terus bergulir penghasilannya, maupun harga tak bergerak yang menjadi simpanan. Investasi lebih dari satu sumber akan jauh lebih baik.

Sebisa mungkin investasi di luar pekerjaan utama. Misalnya seorang PNS memiliki investasi rumah kontrakan yang menghasilkan uang setiap bulan/tahunnya, bisa juga bisnis yang dikembangan dan memiliki cabang, tabungan hari tua berupa deposit juga perlu diperhatikan dan miliki, investasi emas, hewan ternak, dan masih banyak macam lagi.

Jangan sampai menyesal di hari tua sebab tak ada investasi. Kerja sudah tak lagi perkasa dan tabungan menipis, ini sangat bahaya.     

Kesehatan Mental

Demi kesehatan fisik, maka kesehatan mental perlu diperhatikan pula. Usia jelang kepala 4 bukan lagi masa dalam konflik batin. Dekati hal-hal yang berpengaruh positif dan lekas hengkang dari perkara yang berbau negatif. Lekas jauhi apa-apa yang membuat mental jatuh, jauhi apa-apa yang menebar aura negatif dalam hidup.

Usia matang lebihlah bijak untuk menentukan di mana harus berdiri. Sayangi diri yang sudah tidak belia lagi. Tebar hal positif untuk orang lain dan raih hal-hal positif dari orang lain pula. Hentikan julid, hentikan gosip, hentikan makan hati, hentikan berpikir negatif. Sayangi mental Anda!

Perbanyak ingin tahu tentang apapun yang menjadikan diri lebih baik, yang meningkatkan kualitas hidup, meningkatkan karir, mengasah hobi dan lain-lain. Kurangilah ingin tahu hal yang tak harus diketahui, hal tak penting jika diketahui, hal tak menguntungkan jika mengetahuinya. Hentikan, lekas hentikan!

Me Time

Mungkin banyak dari kita bahkan termasuk saya yang menghabiskan waktu dengan banyak orang. Di dunia kerja, bisnis maupun keluarga. Manusia makhluk sosial yang sangat membutuhkan orang lain atau dibutuhkan bagi orang lain. Jika Anda kerap mengabdikan diri untuk kebutuhan orang banyak, pasti memetik kepuasan tersendiri tetapi bukan berarti tidak membutuhkan kepentingan waktu untuk diri sendiri. 

Nikmati hari-hari untuk diri sendiri melakukan hobi, makan makanan kesukaan, menulis, membaca, tidur siang, dan banyak lagi cara untuk menikmati waktu sendiri. Di saat seperti inilah lebih menyayangi diri dan kualitas diri lebih baik.

Ibadah Semakin Tertib

Sesukses apapun, Tuhan adalah makhluk pertama yang menjadikan hidup. Sukses, kaya raya, mapan semua berkat Tuhan. Ibadah bukan dimulai dari usia jelang kepala 4, tetapi sudah jauh-jauh hari dilaksakan. Hanya saja di usia ini, ibadah semakin tertib, dekatkan diri pada Tuhan.

Selain ibadah yang sehari-hari ditunaikan, mungkin waktunya berpikir untuk menunaikan ibadah di tahan suci. Jika sudah memiliki tabungan sejak usia muda, usia jelang kepala 4 adalah waktunya merealisasikan. Namun, jika belum memiliki tabungan untuk ibadah ke tanah suci, maka usia matang ini masih bisa menabung dari investasi, gaji, hasil usaha dan lain-lain untuk dapat mendaftar haji atau melaksanakan umrah.

Demikian beberapa persiapan yang harus dan sebisa mungkin dipersiapkan untuk mengahadapi kehidupan yang lebih matang atau mendekati senja. Semoga bermanfaat dan tetap semangat.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun