Mohon tunggu...
Humaniora

Do Good and Do Well

20 September 2016   21:59 Diperbarui: 20 September 2016   22:05 8
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Dalam berorganisasi kini ada 2 ekosistem yang dirasa penting untuk memantapkan eksistensi sebuah organisasi. Dua ekosistem itu merupakan sebuah prinsip yakni do good and do well. Do good berawal dari kepedulian kepada orang lain, mahluk lain dan alam semesta. Sedangkan do well berawal dari segala hal yang sudah tertanam dalam diri (baca : pemahaman dan pemaknaan passion).

1. Do well (Passion)

Pemimpin keren sangat mengerti dan memahami dirinya. Dia tahu dan peduli akan passion-nya, sehingga competency yang dilatih senantiasa berdasarkan passion-nya tersebut. Dia punya keyakinan akan purpose-nya. Bukan sekedar untuk memperoleh profit atau mencapai jabatan tinggi, namun sebagai bagian dari berproses atas hal - hal yang diyakininya. Dia tahu dia tidak akan bisa mencapai hal banyak jika hanya mengandalkan diri sendiri. Dia tahu dia butuh bantuan. 

Dia perlu orang lain. Bukan dengan sembarang orang, melainkan orang orang yang juga sadar akan passion-nya dan purpose-nya. Dia tahu bagaimana membuat dirinya efektif. Dia peduli menjadikan orang lain seefektif dirinya. Dia pun tahu bahwa dia tidak dapat mengawasinya dan memfasilitasi semuanya, untuk itu dia perlu punya ekosistem work-place. Dengan memiliki orang - orang yang tepat dan ekosistem yang tepat, ia akan melakukannya dengan benar (Do Well). Kinerja pemimpin seperti ini, diukur berbasiskan BUSINESS PERFORMANCE.

"Only hire people who believes in what you believe"

2. Do good (Purpose)

Pemimpin keren senantiasa sadar akan dirinya. Keyakinan dan keraguannya, kemampuan dan ketidakmampuannya, kebiasaan dan ketidakbiasaannya. Dia tahu betul apa yang akan dipersembahkannya pada dunia. Dia paham dan peduli pada purpose-nya. Dia juga tahu bahwa dia tidak mungkin melakukannya sendiri. Dia paham dia perlu orang orang yang yakin, percaya, dan terilhami sebagaimana dirinya. Orang orang ini adalah believers. Dia pun tahu bahwa dia tidak dapat mengawasi dan memfasilitasinya sendiri, karenanya ia perlu memiliki ekosistem yang menunjang (Social Place). Dengan bekerja bersama dengan para believers dari organisasi/komunitas yang dipilih dan difasilitasi oleh ekosistem social place yang tepat, ia akan melakukannya dengan baik (Do Good). Kinerja pemimpin seperti ini lazim dikenal sebagai Social Performance.

"Its not what you say. It may be what you do. But most importantly, its about how you make them fell"

Sumber Referensi : Performance without passion is meaningless , Rene Suhardono

Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun