Pada kenyataanya, sesorang telah diberikan sesuatu pekerjaan yang merupakan sebuah tanggungjawab diri, jika dapat menyelesaikan dengan baik maka dia mendapat nilai ataupun sanjungan luar biasa misalkan dalam karirnya, atau hal yang menjadi tujuan pekerjaan di kantor atau semacam jasa pengabdiannya.
Jika dia gagal melakukannya, orang tidak melihat kegagalannya, ketidakmampuannya, ketidak-ada dukungannya dari pihak lain. Tetapi yang orang lihat adalah dirinya benar-benar gagal melakukan sesuatu itu. Berpikir seperti demikianlah yang membuat sesorang takut bertindak, takut melakukan sesuatu yang semestinya dia mampu melakukannya sendiri dengan baik dan benar.
Kedua hal itu menjadi focus penulis sebab sejauh ini, penulis menemukan di kehidupan sosial, diantara teman-teman penulis. Ada beberapa dari mereka sangat terganggu dengan frasa pelatihan mental. Yang mereka pikir, pelatihan mental hanya dilakukan jika orang mengalami gangguan parah pada jiwanya. Ternyata inilah kesalahan yang selama ini penulis tidak menyadarinya. Mereka hanya butuh memotivasi diri sendiri agar berpikir dengan pola piker yang sehat agar dapat melihat sesuatu dengan banyak sudut pandangnya.
Kalau mereka percaya bahwa kemampuan kongnitif dalam diri adalah bagian dari unsur pola pikir manusia yang sangat potensian jika baik, maka dengan sendirinya dia akan mendapatkan motivasi yang luar biasa dari dalam dirinya, semacam The Spirit dalam jiwanya.
Semua orang mengetahui mental diri, tapi tidak semua orang bisa meningkatkan mental dia sendiri tanpa ada dorongan dari luar. Artinnya, dalam keseharian kit ajika berpikir kita akan sukses melakukan sesuatu untuk besok hari atau sebuah tanggungjawab yang diberikan oleh atasan  kita ditempat kerja. Maka sama halnya kita telah mempraktikan eni peningkatan mental, kesiapan diri melakukan itu. Sehingga membuat kita jauh dari pola pikir negative yang  menggiring kita pada takut akan gala dan akhirnya tidak percaya pada diri sendiri. Yah, tidak percaya diri.
Hal semacam ini sering dialami oleh banyak orang dilingkungan kita, dengan sendirinya tanpa kita sadari akan mempengaruhi pola pikir kita. Maka kita adalah bagian dari orang yang sudah terganggu kejiawaannya.Â
Pola pikir kita tidak unggul lagi dalam lingkungan keluarga dan lingkungan sosial. Maksud penulis adalah pola pikir setiap dari kita merupakan hal yang sangat-sangat penting dan mempengaruhi aktivitas kita, apalagi kita sebagai pekerja, tidak bisa mengabaikan hal ini. Takut gagal dan tidak percaya diri akan membunuh psikologi kita secara perlahan dari masa ke masa.
Sederhannya berpikirlah begini, pikiran positif dalam diri kita bisa menjadi kekuatan dalam hidup kita untuk menuju hidup yang sukses dan bahagia. Jika kamu menjalani segala aspek kehidupan dengan pikiran yang positif, maka percayalah bahawa kamu bisa menghadapi semuanya dengan baik-baik saja.
Hamilton, dkk (2011). Mengatakan bahawa Pola pikir merupakan hal yang penting untuk menjelaskan penilaian manusia dan pengambilan keputusan yang dalam beberapa keputusan dapat memperbaiki atau memperburuk bias keputusan. Artinya dalam diri kita memiliki kekuatan untuk memengaruhi perilaku seseorang, atau bahkan sebaliknya. Dalam diri seseorangmemiliki kekuatan yang bisa mempengaruhi pola pikir kita. Aspek pentinya yang kita memiliki adalah jalan pengambilan keputusan dalam banyak situasi
Kalau kita tahu bahwa pola pikir adalah pembeda pada manusia, maka jelas tindakan yang diambil orang pun akan berbeda pula. Maka berpikirlah lebih dari biasanya, bertindak lebih dari biasanya.Â
Contohnya seperti begini, jika dalam suatu pekerjaan ketika kamu diberikan pilihan apakah pola pikirmu mampu menyelesaikan sebuah masalah biasa atau tidak? Dan yang anda pilih adalah anda mampu melakukan pekerjaan itu, tapi anda tidak percaya bahwa anda bisa. Maka sama halnya bahwa anda hanya mampu kendalikan pekerjaan tanpa mampu mengendalikan pola pikir anda.