Mohon tunggu...
Haihai Bengcu
Haihai Bengcu Mohon Tunggu... wiraswasta -

Hanya seorang Tionghoa Kristen yang mencoba untuk melakukan sebanyak mungkin hal benar. Saling MENULIS agar tidak saling MENISTA. Saling MEMAKI namun tidak saling MEMBENCI. Saling MENGISI agar semua BERISI. Saling MEMBINA agar sama-sama BIJAKSANA.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Menguji Ilmu Laduni Prajurit TNI

31 Oktober 2016   23:03 Diperbarui: 1 November 2016   09:06 586
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Prajurit TNI mengaku menguasai ilmu bela diri, ilmu putih tingkat tinggi yaitu ilmu LADUNI. Bukan ilmu tenaga dalam namun ilmu kekuasaan langsung dari Allah yang diturunkan kepada seseorang, ilmu dari para wali.

Prajurit tersebut mengklaim "Kun faya kun, apa yang kita ucapkan jadi. Kata Allah jadi maka jadilah." Selanjutnya prajurit tersebut ngaku mampu memasukan kharoma ke dalam seseorang sehingga mempunyai kharoma. Dengan kharoma tersebut maka orang tersebut mampu membuat orang yang berniat jahat tubuhnya menjadi kaku dan atau lemas anggota tubuhnya.

Selanjutnya prajurit TNI menyatakan bahwa orang yang kena serangan ilmu Laduni akan kaku dan mati bila tidak disembuhan selama tiga hari tiga malam. Orang itu menjadi kaku karena dia berniat jahat nahkan berniat untuk membunuh. Orang yang menjadi kaku kena ilmu Laduni hanya bisa disembuhkan oleh orang yang mengeluarkan ilmu tersebut. Orang lain tidak bisa menyembuhkan.

Prajurit TNI juga menatakan bahwa ilmu Laduni juga berguna untuk melindungi diri dari serangan banyak orang zholim sekaligus. Menurutnya sepuluh atau dua puluh orang Zholim akan jadi kaku seperti patung kena serangan ilmu Laduni.

Prajurit TNI itu mengklaim bahwa ilmu Laduni alias Ilmu Perisi Batin bisa dimiliki oleh siapa saja dalam waktu 10 detik. Dengan menyalurkan Kharoma di dalam tubuhnya kepada seseorang maka orang tersebut pun mendapat kharoma ilmu Laduni dan menjadi sakti mandraguna.

Bengcu Menggugat:

Kerabatku sekalian, kalau ilmu Laduni alias ilmu Perisi Batin memang sakti mandraguna seperti yang di halo-halo-kan oleh prajurit TNI tersebut, kenapa tidak disebarkan ke seluruh dunia? Kenapa tidak diajarkan kepada masyarakat di Timur Tengah yang mengalami peperangan dan kekerasan dari ISIS?

Kalau ilmu Laduni alias ilmu Perisi Batin adalah ilmu pepesan kosong lalu bagaimana cara kita mengujinya dan membongkar penipuan publiknya secara ilmiah dengan mudah? Inilah caranya:

Biarkan orang yang kena ilmu Laduni kaku sampai kuda gigit jari. Benarkah dia bisa kaku selama tiga hari tiga malam?

Kalau ilmu Laduni memang sakti, bisakah digunakan untuk mengobati mereka yang impoten dan ejakulasi dini? Bisakah dengan sekali serang maka kaku selama tiga hari tiga malam?

Carilah dua orang untuk menjadi sukarelawan. Keduanya tidak ada kaitannya dengan perguruan Laduni. Keduanya tidak pernah menonton atraksi ilmu Laduni baik secara langsung atau lewat video. Yang satu namakan saja Paijo dan berniat jahat menjenggut rambut pendekar Laduni. Yang kedua namakan si Ucok yang berniat baik mengambil kotoran di rambut pendekar Laduni.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun