Mohon tunggu...
Dea
Dea Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswi

Nothing but busy🤍 "Dunia terlalu indah untuk dilewatkan tanpa sebuah cerita visual. Mari berbagi makna dalam setiap kata yang berbisik."

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Tentang senja, rindu, dan secangkir teh

7 Januari 2025   05:28 Diperbarui: 7 Januari 2025   05:28 19
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Senja datang perlahan,  

menghapus bayang siang yang perlahan pudar,  

warna jingga menari di langit,  

mengundang rindu yang tertanam dalam sunyi.  

Aku duduk di beranda,  

secangkir teh mengepul di genggaman,  

aromanya hangat,  

seperti kenangan yang kau tinggalkan.  

Rindu ini seperti daun teh yang larut,  

perlahan mewarnai air,  

menyusup ke setiap sudut hati,  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun