Terdapat beberapa jenis pola aliran sungai, antara lain:
- Pola Aliran Dendritik
Pola aliran ini terlihat seperti ranting pohon, di mana sungai utama memiliki beberapa anak sungai kecil. Pola ini terbentuk pada daerah dengan lapisan tanah yang homogen dan tidak ada struktur geologi yang jelas. Pola ini juga sering ditemukan pada daerah berbukit datar.
- Pola Aliran Paralel
Pola aliran ini terbentuk di daerah dengan lereng yang curam dan tanah yang keras. Sungai-sungai cenderung mengalir sejajar dengan garis kemiringan lereng. Pola ini sering ditemukan pada daerah pegunungan.
- Pola Aliran Trellis
Pola aliran ini terbentuk di daerah dengan lapisan batuan yang lunak dan keras secara bergantian. Pola ini memiliki sungai utama yang mengalir sepanjang batuan yang keras, dan anak sungai yang mengalir melintasi lapisan batuan yang lebih lunak. Pola ini sering ditemukan pada daerah pegunungan dan berbukit.
- Pola Aliran Radial
Pola aliran ini terbentuk di daerah dengan bukit atau gunung yang memiliki kemiringan curam. Sungai utama berasal dari puncak bukit atau gunung dan mengalir ke arah yang berlawanan dengan kemiringan lereng. Pola ini sering ditemukan pada daerah pegunungan yang mempunyai ketinggian yang cukup tinggi.
- Pola Aliran Annular
Pola aliran ini terbentuk di daerah dengan lereng curam dan bentuk cekungan. Sungai utama berputar mengelilingi cekungan dan anak sungai mengalir ke arah tengah. Pola ini sering ditemukan pada daerah dengan lereng yang curam dan berbentuk cekungan.
- Pola Aliran Sentrifugal
Pola aliran sentrifugal adalah pola aliran sungai di mana air mengalir keluar dari pusat atau bagian tengah suatu wilayah dan mengalir ke arah tepi atau pinggiran wilayah tersebut. Pola aliran sentrifugal terjadi di daerah dengan topografi yang cenderung berbukit atau bergunung, di mana ada banyak sungai kecil yang mengalir dari atas gunung atau bukit dan bergabung menjadi satu sungai utama yang mengalir ke tepi wilayah atau ke laut.
Â
Setiap jenis pola aliran sungai terbentuk karena faktor geologi, topografi, dan hidrologi yang berbeda. Pola aliran sungai ini dapat digunakan untuk mempelajari sejarah geologi dan evolusi alam di daerah tertentu. Selain itu, pola aliran sungai juga penting untuk memahami bagaimana air dan air permukaan mempengaruhi lingkungan dan ekosistem di sekitarnya.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H