Rumah tangga adalah ibadah yang membutuhkan waktu dan energi yang banyak, sehingga dengan saling mencintai visi misi rumah tangga yang dibangun dapat berjalan.
Visi misi tersebut tentulah harus berorientasi akhirat, namun kadang kala rasa cinta antar-keduanya malah menghalangi berjalannya visi misi tersebut, yang tadinya rasa cinta akan membuat keduanya lebih survive dalam menghadapi ujian-ujian ya Allah berikan
Kadang kala Allah malah menguji rasa cinta itu sendiri, hal tersebut bisa menjadi penyebab rumah tangga bermasalah, bahkan menjadi musuh kelak di antara orang dalam rumah tangga tersebut. Allah Ta'ala berfirman:
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka..." (QS At-Taghaabun: 14)
Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir karya Syaikh Dr Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah, menyebutkan:
(menjadi musuh bagimu)
Yakni mereka dapat menyibukkan kalian dari amal kebaikan.
Sebab turunnya ayat ini adalah sekelompok orang yang ada di Makkah masuk Islam dan ingin berhijrah, namun istri dan anak mereka tidak membiarkan mereka pergi.Â
Mujahid mengatakan tentang ayat ini: Demi Allah, istri dan anak-anak mereka tidak memusuhi mereka di dunia, namun rasa cinta kepada mereka menjadikan mereka melakukan hal haram dan memberikannya kepada mereka.
(maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka)
Yakni berhati-hatilah kalian dari istri dan anak kalian agar kecintaan kalian kepada mereka tidak mempengaruhi ketaatan kalian kepada Allah. Dan janganlah kasih sayang kalian kepada mereka menjadikan kalian mencari rezeki dengan kemaksiatan kepada Allah.