Mohon tunggu...
Habibah
Habibah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Selain menulis di Kompasiana, saya juga menulis di brownisnis.blogspot.com.

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Pilihan

Pikir Dulu Sebelum Pergi ke Curug Malela

2 Januari 2024   16:47 Diperbarui: 2 Januari 2024   16:48 250
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Curug Malela/Sumber: Dokumentasi pribadi

Bandung, adalah salah satu kota yang dikenal dengan banyaknya objek wisata. Objek wisata di bandung yang terkenal antara lain adalah Curug Malela.

Curug Malela adalah sebuah Curug yang berlokasi di kawasan Desa Sindangjaya, Kecamatan Gununghalu, Bandung Barat.

Kalau dilihat dari foto di media sosial, Curug Malela memang indah kelihatannya. Apalagi, adanya jembatan di dekat Curug dan huruf-huruf besar yang tersusun menjadi kalimat Curug Malela, menjadi keunikan tersendiri dari Curug Malela ini. Namun, perjalanan menuju Curug Malela tidaklah mudah.

Akhir tahun kemarin, saya dan keluarga pergi ke sana dari Kecamatan Ujungberung. Dan ternyata, perjalanan mobil ke sana memakan waktu hingga 4 jam. Ya, sudah seperti ke luar kota, bukan?

Turun dari mobil di tempat parkir, kami menapaki jalan untuk menuju curug. Namun baru juga jalan sebentar, gerimis turun. Untungnya, ada saung di sekitar situ. Jadi kami berteduh sebentar di saung tersebut.

Ketika berteduh, kami mendapat kabar bahwa untuk menuju curug, pengunjung masih harus berjalan kaki 1 km lagi. Ya, 1 km lagi. Sedangkan jalan yang kami lalui masih berupa tanah merah dan cukup licin untuk dilewati. Ditambah, turunnya gerimis barusan membuat saya agak waswas untuk melanjutkan perjalanan.

Setelah beberapa menit berteduh di saung, kami mencoba berjalan lagi menuju curug. Namun di tengah jalan, kami berhenti dan akhirnya istirahat di salah satu saung lagi. Curugnya memang sudah terlihat dari jauh seperti yang saya potret melalui kamera ponsel. Namun jalur  perjalanan yang licin membuat saya urung untuk melanjutkannya.

Dan, saya pikir, keputusan itu adalah keputusan yang tepat. Karena beberapa saat kemudian, hujan deras mengguyur desa Sindangjaya saat itu. Tidak terpikir sih, seberapa licinnya jalan menuju curug. Sudah jauh, licin, hujan pula. Alhasil, tidak jadilah kami melihat pemandangan indah Curug Malela dari dekat.

Selain jalurnya yang masih berupa tanah merah dan licin, pengunjung juga akan menemukan anjing-anjing liar di sekitar jalur menuju curug. Kurang lebih, ada 2-3 anjing yang saya temukan ketika di sana.

Meskipun begitu, saung-saung cukup banyak tersedia di jalur perjalanan menuju curug. Jadi kalau kamu ke sana dan keburu kelelahan sebelum sampai curug, bisa langsung istirahat di saung terdekat. Selain itu, ada juga ojek pangkalan di sekitar curug dengan tarif 35-40 ribu per orang untuk langsung diantarkan ke tempat parkir. Ya, kalau kondisi capek dan gak kuat sih, berapa pun tarifnya gak papa kali ya. Hehe.

Intinya, kalau kamu berencana untuk pergi ke Curug Malela, sebaiknya pikir baik-baik dulu ya. Kalau dirasa cukup kuat badannya, silakan. Tapi kalau kamu mudah kelelahan, sebaiknya jangan. Dan jangan juga ke sana di musim hujan. Ya setidaknya, biar gak rugi-rugi banget deh. Daripada berhenti di tengah jalan seperti saya, sepertinya lebih baik mencari tempat wisata lain yang lebih aman.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun