Mohon tunggu...
Gutamining Saida
Gutamining Saida Mohon Tunggu... Guru - Guru SMPN 1 Kedungtuban Kab Blora

Jalan-jalan, membaca cerita, Seorang istri yang banyak mimpi.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Suasana Penuh Warna Warni

17 Desember 2024   11:00 Diperbarui: 17 Desember 2024   11:00 18
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Karya: Gutamining Saida

Sang mentari tampak malu-malu menyembul di antara awan. Saya sudah bersiap berangkat ke sekolah. Saya mengenakan seragam keki dengan rapih. Hari itu memang hari Selasa, dan seperti biasanya seragam keki. Namun entah mengapa, pagi itu terasa agak aneh. Ada sedikit keraguan di hati, tapi saya mengabaikannya.

Motor melaju perlahan di jalanan yang mulai ramai. Sampai di lampu merah, saya melihat seorang ibu-ibu dengan berani menerobos lampu merah. "Weees, ibu-ibu kok nggak sabaran," gumam saya dalam hati sambil menggelengkan kepala. Mata saya langsung tertuju pada seragam yang dikenakan ibu itu yaitu seragam Korpri.

Perang batin pun dimulai. "Loh, ini hari Selasa ya? Tapi... kok ibu-ibu itu pakai Korpri?" Saya mulai panik. Pikiran saya melesat ke banyak kemungkinan. Kalau benar ini tanggal 17, itu artinya saya salah kostum! Seharusnya saya memakai seragam Korpri, bukan keki.

"Balik nggak ya?" saya membatin sambil menatap lampu merah yang lama berganti hijau.

Kalau saya balik pulang untuk ganti baju, konsekuensinya jelas. Saya bakal telat absen, dan itu bukan ide yang bagus. Tapi kalau lanjut dengan seragam keki, saya pasti jadi bahan omongan teman-teman di sekolah. "Ah, sudah lah! Lanjut saja, salah kostum bukan salah besar," batin saya, akhirnya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan.

Sesampainya di sekolah, ruang guru udah terdengar riuh suara para guru. Ada yang memakai seragam keki seperti saya, ada yang mengenakan kaos olahraga karena mengikuti agenda classmeeting. Tapi suasana semakin ramai saat seorang guru Bu Endang datang dengan seragam Keki. Seketika tawa meledak.

Saya yang duduk di pojok tak kuasa menahan senyum. Dalam hati, saya lega karena ternyata bukan saya saja yang memakai seragam keki.

Beberapa guru sudah berkumpul dan... benar saja! Ruang guru penuh warna-warni seragam.

"Tenang, kita nggak sendirian kok. Saya aja salah pakai kaos olahraga, kirain ada meeting class hari ini," ujar Pak Edi sambil menunjuk kaosnya.

Sontak kami semua tertawa lagi. Perdebatan kecil pun dimulai. Ada yang sibuk mempertahankan seragam masing-masing. Saya, yang masih setia dengan keki, merasa perlu membela diri. "Namanya juga hari Selasa, kan biasanya pakai keki."

Pak Bambang langsung menimpali, "Loh, ya saya juga nggak salah. Saya pikir ada kegiatan olahraga, makanya pakai kaos."

Tawa kami belum reda ketika seorang guru lainnya masuk ruang guru. Dan reaksi ruang guru pun bisa ditebak, semua tertawa membahana. Suasana benar-benar menjadi warna-warni pagi itu. Rasanya baru kali ini, ruang guru berubah seperti pasar seragam. Ada keki, korpri dan kaos olahraga, semua tumpah ruah dalam satu ruangan.

Sambil tertawa Bu Suryani berkata, "Ya udah lah, yang penting kita semua tetap semangat kan." Hari ini adalah "Hari Salah Kostum Nasional" versi ruang guru sekolah kami. Semua kembali ke tugas masing-masing, tapi tidak ada yang bisa berhenti senyum. Bahkan sampai jam istirahat, momen pagi itu masih menjadi bahan obrolan seru.

Salah kostum itu bukan bencana besar. Justru dari kejadian kecil seperti ini, kami menemukan tawa, kehangatan, dan kebersamaan. Hari ini benar-benar special. Suasana penuh warna, penuh cerita, dan penuh tawa.

Kedungtuban, 17 November 2024

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun