Mohon tunggu...
Gusdiwo Rinoyo
Gusdiwo Rinoyo Mohon Tunggu... -

Love Hope and Dream

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Ada Apa dengan Sang “Norma” ???

20 Mei 2014   05:40 Diperbarui: 23 Juni 2015   22:20 1096
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gadget. Sumber ilustrasi: PEXELS/ThisIsEngineering

Dari hari ke hari kita selalu disuguhkan dengan berita-berita kejahatan. Berita yang sedang hangat-hangatnya tentunya adalah tentang kekerasaan seksual terhadap anak, dimulai dari kasus kekerasan seksual terhadap anak yang memakan korban anak sekolah TK JIS yang tidak disangka-sangka pelakunya adalah orang dalam. Selanjutnya dengan terbongkarnya kasus TK JIS , setelah itu semakin banyak terkuak kasus-kasus lain yang serupa , dan yang paling sensasional adalah kasus kekerasan seksual yang terjadi di daerah Sukabumi Jawa barat yang tersangkanya adalah Andri Sobari atau yang lebih dikenal dengan nama “Emon”. Selain kasus kejahatan seksual terhadap anak, ada banyak lagi kasus-kasus lainnya , yaitu kasus pemerkosaan, bunuh diri, pembantaian satu keluarga, pembunuhan, hubungan diluar nikah, dan masih banyak kasus lainnya. Dengan semakin banyaknya kasus-kasus kejahatan dari hari ke hari membuktikan bahwa norma yang ada di Indonesia semakin memudar dan tidak diindahkan lagi. Ada apa dengan norma? apakah norma sudah menjadi hal yang tidak penting lagi dan tidak perlu untuk dijadikan peraturan yang membatasi tingkah laku manusia? Orang-orang dengan mudahnya melanggarnorma yang ada , seakan norma tidak ada artinya.

Norma Agama

Norma agama adalah petunjuk hidup yang berasal dari Tuhan yang disampaikan melalui utusannya yang berisi perintah, larangan atau anjuran. Contoh dari norma ini adalah Beribadah, tidak berjudi, tidak membunuh, tidak mabok-mabokan. Walaupun terdapat norma agama, namun pada kenyataannya banyak ditemukan kasus pelanggaran terhadap norma agama seperti banyak beredarnya minuman-minuman keras, bandar judi internasional, dan praktek-praktek judi yang dilakukan oleh para warga yang sering dijumpai adanya penggerebegakan oleh polisi namun masih tetap saja dilakukan seakan tidak ada kapoknya. norma agama adalah norma yang mempunya sanksi langsung berasal dari Tuhan dan akan diganjar setelah mati baik itu kebaikan maupun keburukan.

Norma Kesusilaan

Norma kesusilaan adalah aturan yang datang atau bersumber dari hati nurani manusia tentang baik buruknya suatu perbuatan. contoh norma kesusilaan adalah berlaku jujur, bertindak adil, menghargai orang lain. pada kehidupan sehari-hari sering kita jumpai pelanggaran terhadap norma ini yaitu tentang korupsi, membeda-bedakan suatu kaum yang dapat menimbulkan perpecahan yang bisa-bisa nyawa menjadi korbannya, selain itu saling menghujat satu sama lain yang bisa menimbulkan pembunuhan, tawuaran antar pelajar yang dimulai dari saling ejek dan masih banyak kasus lainnya. selain itu juga sangat maraknya kasus pemerkosaan yang semakin membuat norma kesusialaan seakan tidak ada.

Norma Kesopanan

Norma kesopanan adalah peraturan hidup yang timbul dari hasil pergaulan segolongan manusia di dalam masyarakat dan dianggap sebagai tuntutan pergaulan sehari-hari dan norma ini berbeda-beda menurut kondisi tempat, lingkungan dan waktu. Contohnya menghormati orang yang lebih tua, tidak berkata kasar . namun sering kita jumpai banyak orang yang tidak menunjukan rasa hormat terhadap orang yang lebih tua, anak yang berkata kasar terhadap orang tuanya. padahal kesopanan adalah hal yang harus dimiliki oleh setiap orang dalam tingkah lakunya dalam kehidupan sehari-hari.

Norma Hukum

Norma hukum adalah pedoman hidup yang dibuat dan dipaksakan oleh negara dan mempunyai sanksi yang tegas berupa kurungan penjara maupun denda. walaupun norma ini sudah mempunyai sanksi yang tegas, dan dapat dikenakan secara nyata dan langsung namun masih tetap saja banyak kasus-kasus pelanggaran terhadap norma hukum. pelanggaran terhadap norma ini biasanya adalah kasus-kasus kejahatan seperti pembunuhan, pemerkosaan, perampokan, pencurian, dan masih banyak kasus-kasus lainnya. orang-orang seakan tidak takut untuk melanggar norma ini, karena setiap hari kita mesti selalu disuguhi dengan berita-berita tentang kasus kriminal

Banyaknya kasus kejahatan menandakan bahwa norma seakan memudar dan sudah tidak bisa sebagai peraturan untuk mengatur tingkah laku manusia. norma-norma yang ada sekan semakin memudar dari dalam diri masing-masing orang maupun dalam kehidupan sehari-hari. Norma tidak bisa lagi menciptakan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat. Pelanggran terhadap norma dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa dapat diduga. Dengan banyaknya kasus kasus pelanggaran terhadap norma-norma, sangatlah diperlukan penanaman norma yang lebih dalam lagi. Dimulai dari dalam lingkungan keluarga melalui orang tua, selanjutnya adalah dalam lingkungan masyarakat dan sekolah maupun lembaga lainnya. Dalam lembaga sekolah dapat dilakukan melalui penyisipan pendidikan norma melalui guru guru, maupun secara teori melalui guru BK dan PPKn. Terlebih lagi dalam pelajaran PPKn terdapat materi pelajaran tentang norma. Hal itu tentunya harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya agar norma-norma yang ada dapat tertanam dalam diri siswa dan dapat meminimalisisr kasus kasus pelanggaran terhadap norma. Oleh karena itu peran guru PPKn sangatlah penting dalam lingkungan sekolah dan seorang guru PPKn harus bisa menanamkan nilai-nilai dan norma yang baik kepada diri siswa. kalau perlu bisa dengan menambah jam pelajaran pada pelajaran PPKn dengan maksud supaya dapat lebih banyak lagi waktu untuk dapat menanamkan norma kepada siswa. Dalam hal ini sosok seorang guru Pkn yang berkualitas tinggi sangatlah dibutuhkan tanpa mendiskriminasikan peran guru yang lainnya. Guru-guru yang lainnya juga berkewajiban menanamkan norma dalam diri anak didik. Namun diperlukan juga kesadaran dari masing-masing orang tentang pentingnya norma sehingga tidak bermunculan kasus kasus kejahatan yang sangat meresahkan warga dan tentunya norma yang ada akan tetap terjaga

Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun