Mohon tunggu...
Gumawang Jati
Gumawang Jati Mohon Tunggu... Administrasi - Suka sepi

Akupun akan diam dalam sunyi.....

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Celepuk Bernyanyi Ciblek

18 Agustus 2012   07:38 Diperbarui: 25 Juni 2015   01:35 125
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Celepuk itu berceloteh saja sajak  Ciblek riang

Yang bertengger di atas pohon gori itu Celepuk, walau bernyanyi Ciblek.

Adalah rindu yang elok nan mustahil ditafsir redupnya rembulan jingga.

Cukup lama tak menarikan jari di laman ini, aku rindu..... rindu duduk di ujung pelangi .

Bersama mentari pagi, angin liar dan peluh pagi, aku terbangkan rangkaian mantra.

Semoga kau ada di sana menunggu, di balik gelora pahatan gelombang samodra, berukir cakrawala.

Yang bertengger itu Celepuk, dan bernyanyi Ciblek

Riang, renyah dan nakal.

Ada cinta yang tak kuasa tersembunyikan sanubari.

Terbentang dalam hamparan kata dan sorot mata, ada saja kau di sana.

Waktu berjalan dan berhembus, sebentar lagi ada hari dan waktu bagian dari hidupmu.

Pahatkan cinta itu dalam jantungku, saat waktu bagian dari hidupmu.

Bisikan mantra kepada angin dan cahaya...niscaya tak akan sia sia.

Goreskan jeritan bathin di atas hamparan pasir.

Yang bertengger itu Celepuk yang bernyanyi Ciblek.

Aku tak peduli...... aku sungguh menyayangimu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun