Lihai menilai, lihai pula meniru.
Sering menjadi saksi dari beragam peristiwa hati.
Menjadi kuat karena berpasangan, tak bisa sendiri apalagi tak berfungsi.
**
Terkadang rasa syukur tergeser, karena ia sering melihat fenomena diluar bukan di dalam diri.
Tak terlupakan dari polesan berwarna, sentuhan kaum feminin yang rindu pada indahnya romansa.
**
Inilah sorotan sepasang mata, menyorot dan memotret apapun yang hilir mudik.
Sekali memotret, lahirlah lintasan kenangan yang memberi beragam hasrat.
**
Terketuk dalam hati, membisik dalam kalbu banyak insani.
Sepasang pemantik kenangan yang tak pernah lupa menjadi kiri dan kanan dalam bercerita.
**
Jakarta, 24 Februari 2022
Penulis: Yuniar untuk Grup Penulis Mettasik
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI