Pelatih asal Korea Selatan yang kontraknya akan habis akhir Juni 2024 nanti, juga melihat bahwa Australia lebih kuat dibandingkan Yordania yang akan Timnas hadapi di laga pamungkas.
"Performa Australia lebih baik daripada Yordania, hanya tidak ada gol saja. Tetapi secara performa memang lebih baik Australia,"
Jadi, pada laga nanti memang benar akan jadi ajang pembuktian kolektivitas racikan Coach STY dan permainan Garuda Muda. Tidak menang, maka siap-siap pulang lebih awal.
Perkiraan Formasi dan Jalannya Laga
Australia yang dilatih oleh mantan pemain Tony Vidmar, mengeluarkan statemen sangat mewaspadai Timnas Indonesia U-23. Ia menyoroti adanya 10 pemain Timnas senior yang ada di dalam skuad, dimana bisa berprestasi cukup baik di Piala Asia 2023 Qatar.
Berkaca pula pada laga imbang Australia melawan Yordania, formasi yang dimainkan Tony Vidmar adalah 4-4-2 flat. Penguasaan bola khas Eropa menjadi andalan, dimana pada laga tersebut bisa mencapai 71%. Tembakan yang dihasilkan juga cukup banyak, yakni 13, namun hanya ada dua yang tepat sasaran.
Pemain andalan mereka adalah striker bernomor punggung 9, Alou Kuol, yang punya fisik tinggi, keterampilan olah bola, serta kecepatan bagus.
Ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi Rizky Ridho dan Nathan Tjoe-A-On. Sekedar info, bek Yordania Danial Afaneh harus terkena kartu merah karena coba hentikan pergerakan Kuol.
Salah satu kelemahan Olyroos ada pada kecepatan pemain bertahannya. Inilah yang coba diserang para pemain sayap Yordania dengan direct pass di belakang pemain. Sayangnya, akurasi umpan ini beberapa kali tidak terjaga.
Apakah Garuda Muda akan adopsi strategi ini? Mungkin bisa, tetapi jangan terlalu andalkan direct pass. Umpan jauh dengan akurasi yang rendah hanya akan membuat lelah para striker yang mengejarnya. Jika andalkan keepatan, lebih baik lewat umpan terobosan setelah satu dua sentuhan. Bola tetap berada di tanah!
Diperkirakan Coach STY akan langsung mainkan Justin Hubner dan Nathan Tjoe-A-On dari awal laga dengan formasi 3-5-2.
Ernando Ari masih jadi pilihan di bawah gawang, dengan instruksi lebih berani untuk memotong umpan-umpan silang pemain Australia. Muhammad Ferrari yang tampil sip saat lawan Qatar bisa dipertahankan, bersama kapten Rizky Ridho dan Nathan di tiga belakang.