Tidak semua emak-emak sih. Keluarga berkategori mampu, tidak akan melakukan kegiatan tersebut. Antri berjam-jam hanya untuk mendapatkan satu kemasan minyak goreng. Kenaikan harga, masih tidak berpengaruh terhadap pengaturan ulang pengeluaran bulanan rumah tangga mereka. Dan karenanya, kelompok yang merasa tidak kena dampak ini lebih banyak memilih diam. Tak bersuara.
Bisakah Presiden Me-reshuffle Mendagnya?
Tentu saja bisa. Presiden dengan hak prerogatifnya dapat mengangkat dan memberhentikan para menteri setiap saat. Dengan pertimbangan dan Untuk apa dipertahankan jika tak becus bekerja? Bukankah mereka dilibatkan untuk menyukseskan janji-janji Politik dari Presiden saat berkampanye?
Lebih dari itu, tentunya harus bisa berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan seluruh elemen masyarakat Indonesia. Bukan sebatas pada kelompok dan kroni-kroninya.
Lagi pula, bukan hanya persaoalan Minyak goreng. Persoalan kedelai secara nasional pun belum dapat diatasi dengan baik.
Dalam kondisi carut-marut seperti ini, harapan setiap warga tentu saja ditujukan kepada pemimpin mereka. Pemimpin yang mampu membawa rakyatnya keluar dari persoalan yang sedang dihadapi. Pemimpin yang berani mengubah suatu kebijakan sesuai dengan kewenangan yang melekat padanya.
Harapan kami, warga kecil ini adalah tetap bertahan hidup dalam kondisi yang serba terbatas. Kami tak berharap untuk mendapatkan berbagai bantuan langsung. Tetapi lebih pada bagaimana menciptakan iklim yang kondusif bagi kami untuk berusaha. Menjadi nyaman di rumah sendiri.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI