Mohon tunggu...
Taruli Basa
Taruli Basa Mohon Tunggu... Wiraswasta - Auroraindonet.com

Penulis buku 12 Aktivitas Menyenangkan Penerbit Grasindo, buku IMAGO DEI (Segambar dan serupa dengan Allah) tentang perjalanan missi ke daerah, buku mata pelajaran TK, penulis narasi, cerita pendek dan juga puisi.

Selanjutnya

Tutup

Lyfe

Serigala Berbulu Domba

5 Juli 2024   10:30 Diperbarui: 5 Juli 2024   10:32 107
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Serigala berbulu domba, adalah sebuah idiom yang ditujukan kepada orang yang mempunyai karakter yang berseberangan dengan karakter aslinya ketika berhadapan dengan orang lain dengan tu juan berbahaya. Dalam kehidupan kita sehari-hari kita bertemu dengan manusia. Manusia bergerak dan diberikan akal budi untuk bertindak dan berbuat, namun sayangnya tidak semua manusia dapat melakukan tindakan yang benar dan baik. 

Ada banyak serigala berbulu domba kita  temukan dalam kehidupan kita sebagai manusia seperti rekan kerja, teman, keluarga dan orang-orang yang ada disekitar kita mungkin juga adalah serigala berbulu domba. Miris memang kehidupan ini, terkadang orang yang awalnya baik, menjadi jahat atau menjadi serigala berbulu domba karena terlalu sering diperlakukan tidak adil, diperlakukan dengan jahat, dibully dan akhirnya dia ingin membalas dendam atas sikap orang-orang yang memperlakukan dia yang tidak manusiawi sehingga ikut dalam kejahatan dan menjadi serigala berbulu domba.

Apakah yang membuat manusia menjadi serigala berbulu domba, yaitu kebutuhan. Kebutuhan akan apa? Kebutuhan akan manusia itu sendiri, mungkin ada yang butuh pengakuan, butuh dia tetap lebih tinggi status sosialnya dari yang lain, butuh keuangan, posisi, jabatan, harta, kekayaan, wanita idaman atau pria idaman. Ada banyak kebutuhan sesuai dengan yang diinginkan. Karena tidak bisa didapatkan dengan cara yang benar kebutuhan tersebut maka dipakailah cara yang berbeda, berpura-pura baik namun ada maksud disebalik kebaikannya tersebut. Kebaikan yang tidak tulus. 

Serigala berbulu domba juga dapat kita temukan pada teman-teman kita. Pernah merasakan ketika kondisi keuangan kita bagus, namun karena ada sesuatu hal menjadi terpuruk. Ketika kondisi keuangan kita bagus ada banyak orang yang mendekati kita, namun ketika kondisi keuangan kita ambruk semua menghidar. Ketika dalam aman-aman saja, semua memuja-muji, namun ketika terpuruk yang memuja-muji tadi perlahan pergi dan menghilang. Itulah kenyataan, pahit ...... bukan?

 Teman yang selama ini ada bersama dengan kita, namun karena kita ditimpa musibah berbalik menghianati, menjauhi bahkan menggosipin kita dibelakang. Teman yang seharusnya ada di saat kita terpuruk, namun meninggalkan kita, teman yang seharusnya membantu kita, namun masih menggosipin kita di belakang, sudah kondisi kita terpuruk, tetapi masih diomongin di belakang lagi. Masih bagus yang dibicarakan adalah rasa empati, yang paling mengerikan, menjelekkan kita.

Mulut manusia memang tidak dapat dijaga, bahkan kita sendiripun mungkin tidak dapat menjaga mulut kita apalagi mulut orang lain. Karena itulah Tuhan menciptakan manusia dengan satu mulut dan dua telinga, agar lebih banyak mendengar daripada berbicara. Namun apa yang terjadi dengan manusia, sepertinya lebih banyak berbicara daripada mendengar. Orang-orang yang diberikan kemampuan untuk mendengar biasanya orang-orang yang memiliki kesabaran yang cukup tinggi. 

Manusia perlu berlatih untuk mendengar dengan baik, karena ada juga yang mendengar dengan asal, yang menyebabkan salah paham. Mendengar dengan baik harus kita latih, karena belum tentu juga apa yang kita dengar adalah benar adanya, bisa jadi si penyampai pesan mempunyai tujuan yang berbeda atas apa yang disampaikan, sehingga kita jadi salah dengar dan salah pengertian. Pada umumnya seorang sahabat sejati dapat mendengar keluhan kita dengan baik, mendengar dengan khusuk dan memberikan tanggapan yang tepat atas apa yang disampaikan, seperti keluha, informasi dan lainnya. 

Seorang sahabat sejati dapat mendengarkan kita berlama-lama, sabar menunggu kita berhenti untuk berbicara demikian juga kita sebaliknya. Jika kita adalah sahabat sejati orang lain, maka kitapun dengan sabar mendengarkan informasi yang diberikan, bahkan sampai berjam-jampun kita masih mau mendengarkan informasi, bisa curhat, keluhan, dan lainnya dan kita menanggapi curahan hatinya dengan baik. Sebagai seorang sahabat sejati harus setia, tidak membicarakan teman kita dibelakang dan menaruh kasih setiap waktu dan menjadi saudara dalam kesukaran. Ada banyak teman, namun sahabat sejati sulit ditemukan, bahkan untuk menemukan sahabat sejatipun tidak mudah, dibutuhkan bertahun-tahun untuk bertemu dengan sahabat sejati yang tidak akan mengkhianati kita dan akan selalu ada, ketika kita dalam suka dan duka. 

sahabat di kala suka dan duka mereka teman KTB dan Martha yang sudah dipanggil oleh Tuhan (dokpri)
sahabat di kala suka dan duka mereka teman KTB dan Martha yang sudah dipanggil oleh Tuhan (dokpri)

Berbeda dengan teman, teman ada juga yang baik, namun tidak selamanya teman yang baik akan menjadi baik, manusia berubah-ubah dan sulit ditebak. Untuk itu dalam memilih circle pertemanan juga kita harus hati-hati, semakin bertambah usia kita akan mengerti circle pertemanan seperti apa yang kita butuhkan. Mungkin saat remaja kita mempunyai banyak teman, namun seiring waktu berjalan circle pertemanan kita akan mulai sedikit karena kita telah memahami hidup.

teman KTB saat masih ada kk Etha yang sudah dipanggil oleh Tuhan terlebih dahulu (dokpri)
teman KTB saat masih ada kk Etha yang sudah dipanggil oleh Tuhan terlebih dahulu (dokpri)

Jika kita sudah pernah dikhianati oleh teman yang menjadi pengalaman hidup berharga buat kita, maka kita akan semakin berhati-hati dalam memilih teman, karena teman tidak akan selamanya menjadi teman, teman bisa menjadi musuh, tergantung dari kebutuhan teman tersebut. Karena itu ketika kita menjalin hubungan apapun, pertemanan, percintaan, pekerjaan dan lainnya kita harus berhati-hati bahkan kita sendiripun harus menjadi seorang yang tulus. Tulus seperti merpati namun cerdik seperti ular. 

Ketulusan sangat perlu dalam pertemanan, walaupun kita dikhianati, anggaplah bahwa hal tersebut adalah sebuah pembelajaran hidup jika kita dikhianati dan merasakan penderitaan karena berteman dengan dia. 

teman KTB saat masih ada Martha (dokpri)
teman KTB saat masih ada Martha (dokpri)

Penulis mempunyai teman yang baik, namun ada satu sahabat penulis yang sudah lama sekali menjadi sahabat, namun sayangnya dia sudah pergi menghadap sang Pencipta. Ketika dia saki auto immun, sedih banget rasanya. Berusaha memberikan waktu setiap saat jika pekerjaanku lempang, kadang aku menjaganya di rumah sakit, kadang membuat dia tertawa, membaluri minyak ke tubuhnya agar merasa segar. 

Sungguh beruntung mengenal dia, karakter kami berbeda, namun kami bisa jadi sahabat. Dia lebih logis berfikir daripada melankolis. Jadi ketika curhat dengan dia, dia melihat dari berbagai sudut secara rasional, tidak dengan emosi, atau perasaan, dia memberikan tanggapan yang dapat terukur, terpola dan harus ada azas sebab akibat. Jika melakukan ini, akibatnya itu, logika berfikir dia yang sangat rasional yang membuatku betah bersamanya, demikian juga dengan dia. Namun dia sudah pergi duluan menghadap sang Pencipta. Kepergiannya membuat hatiku terpukul, bersahabat selama bertahun-tahun, namun harus ditinggal pergi. 

mengenang Martha sahabat kami yang sudah di sorga (dokpri)
mengenang Martha sahabat kami yang sudah di sorga (dokpri)

Penulis masih mempunyai banyak teman yang baik, semua itu karena kebaikan Tuhan semata, dipertemukan dengan orang-orang yang baik. Ada teman KTB (Kelompok Tumbuh Bersama), walaupun dari teman KTB kami satu orang kakak sudah dipanggil menghadap sang Pencipta. Ada juga teman gereja, dan teman persekutuan di PAKSU (Persekutuan Mahasiswa Kristen) yang terdapat di Jabodetabek. Dalam Persekutuan kita mempunya teman yang saling support, seperti Esramia Manurung, ketika saya sakit dua kali di RS dialah yang menjaga saya, namun ketika dia harus keluar dari Jakarta pindah ke daerah disitu jugalah sedih, namun untuk kebahagiaan dia sayapun ikut bahagia juga. Begitulah terkadang pertemanan, kadang bertemu dan berpisah.

di bandara Soeta, mengantarkan Esra ke provinsi lain (dokpri)
di bandara Soeta, mengantarkan Esra ke provinsi lain (dokpri)

Marilah kita menjadi sahabat yang tepat dan benar, segala yang ingin orang lain perbuat terhadap kita perbuat jugalah demikian terhadap mereka. Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu dan menjadi saudara dalam kesukaran. Kita berteman bukan karena ada kata "karena", karena aku butuh jadi aku menemanimu, karena kamu kaya, pintar, cantik, dan lainnya makanya aku berteman denganmu. Jadilah tulus, karena ketulusan kita dapat menyelamatkan kehidupan orang lain. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun