Mohon tunggu...
Kita Berisi
Kita Berisi Mohon Tunggu... Penulis - Penulis

"Berikan Versi Terbaikmu Untuk Dunia Ini"

Selanjutnya

Tutup

Financial

Bahaya Implusif dalam Belanja: Mengapa Harus Dihindari?

2 Oktober 2024   08:08 Diperbarui: 19 November 2024   19:18 30
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Belanja adalah aktivitas yang tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan, tetapi juga gaya hidup dan kebiasaan. Dengan kemajuan teknologi dan kemudahan akses belanja online, banyak orang lebih mudah tergoda untuk berbelanja secara impulsif. Namun, kebiasaan ini sering kali membawa dampak negatif, baik secara finansial maupun psikologis. Dalam artikel ini, kita akan membahas bahaya belanja impulsif dan bagaimana cara mengatasinya.

Apa Itu Belanja Impulsif?

Belanja impulsif adalah tindakan membeli sesuatu secara tiba-tiba tanpa perencanaan atau pertimbangan matang. Biasanya, ini didorong oleh dorongan emosional, seperti keinginan untuk merasa lebih baik, tekanan sosial, atau hanya sekadar melihat diskon yang menggiurkan. Meskipun sesekali berbelanja secara impulsif mungkin tidak masalah, jika dilakukan terlalu sering, bisa membawa dampak serius.

Bahaya Belanja Impulsif

1. Kerugian Finansial

Bahaya paling jelas dari belanja impulsif adalah dampaknya terhadap kondisi keuangan. Membeli barang yang tidak benar-benar dibutuhkan dapat menguras anggaran bulanan Anda. Jika dilakukan secara berulang, hal ini bisa menyebabkan ketidakstabilan finansial, utang, atau bahkan kesulitan memenuhi kebutuhan utama seperti tagihan dan biaya hidup sehari-hari.

2. Akumulasi Utang

Belanja impulsif sering kali dilakukan menggunakan kartu kredit, terutama dalam belanja online. Tanpa kontrol yang baik, pengeluaran menggunakan kartu kredit dapat menumpuk, dan bunga yang dikenakan bisa memperburuk kondisi keuangan Anda. Ini bisa menyebabkan spiral utang yang sulit untuk dihentikan.

3. Kepuasan Sementara

Salah satu alasan utama seseorang berbelanja impulsif adalah untuk memuaskan dorongan emosional. Namun, kepuasan ini bersifat sementara. Setelah mendapatkan barang yang diinginkan, perasaan senang biasanya cepat hilang, dan bisa digantikan dengan penyesalan atau perasaan bersalah.

4. Mengabaikan Prioritas

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun